Krisis Moneter jika Rupiah melemah ke level 32.300?

Cadangan devisa Indonesia turun ke USD 144,9 miliar per Mei 2026, lebih rendah dibandingkan posisi pada Akhir April 2026 sebesar USD 146,2 miliar artinya BI intervensi sebesar USD 1,3 miliar dalam sebulan.

Cadangan Devisa:

Des 2025 USD 156,47 miliar, Mei 2026 USD 144,89 miliar, artinya sudah keluar USD 11,58 miliar buat intervensi Rupiah, itu setara Rp 210 Triliun (kurs 18.175)  untuk Stabilisasi Rupiah selama periode (Awal Jan 2026-Mei 2026). Ketika Krisis Moneter tahun 1998, Cadangan Devisa USD 19 miliar. Jika kita bandingkan USD 19 Miliar vs USD 144,9 miliar (lebih tinggi 7,62 x dibandingkan cadangan devisa di tahun 1998) sehingga bisa disimpulkan bantalan Cadangan Devisa saat ini 08 Juni 2026 masih relatif “aman”.

Simulasi hitungan secara sederhana ala “kalkulator dagang”

Cadangan Devisa Desember 2025 = USD 156,47 miliar, Mei 2026 USD = 144,89 miliar, artinya sudah keluar USD 11,58 miliar, average per bulan USD 2,31 miliar.

JISDOR :
1 USD 31 Dec 2025 = Rp 16.720.
1 USD 5 Juni 2026 = Rp 18.039.
Koreksi 1.319 point (18.039-16.720) artinya 1 point pelemahan Rupiah setara USD 8,7 juta (USD 11,58 miliar : 1.319 point)

Jika Rupiah melemah ke 19.000, butuh USD 8,4 miliar. Jika mau disamakan periode ketika Krismon tahun 1998, dimana Cadangan Devisa sisa USD 19 Miliar, itu artinya Rupiah akan melemah ke level kisaran Rp 32.300 (melemah 14.261 point) setara USD 125 miliar. Cadangan devisa Mei 2026= USD 144,89 miliar – USD 125 miliar = sisa USD 19,6 miliar (mendekati Cadangan Devisa era krismon 1998). Jadi selama Rupiah tidak sentuh level Rp 32.300 harusnya masih “aman” ya. Saat ini nilai tukar Rupiah di level 18.175 (8 Jun 2026, 11:07 UTC) masih jauh dari 32.300.

Waktu krisis 1998: Rupiah dari 2.300 ke 17.000 artinya melemah 639%. Jika asumsi 2026/2027 terjadi krisis: Rupiah dari 16.720 ke 32.300 artinya melemah 93%.

Simulasi di atas mengenyampingkan Faktor Inflasi termasuk Imported Inflation, Faktor Pembayaran Utang + Bunga Utang, Faktor Subsidi BBM efek Kenaikan harga minyak dunia, Faktor psikologi pasar dan Sektor Riil. 

Simulasi hitungan kita ketika Rupiah sentuh 18.000 harusnya BI Rate di 6,5% atau 7%, Saat ini BI Rate masih di 5.25%.

Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini

Ya ini kembali ke Pro-Growth atau Pro Stability?

Pro-Growth atau Pro-Stability?

 

Jadi posisinya itu Indonesia saat ini Behind the curve

Bank Indonesia: “A head of the curve” & “Behind the curve”

Disclaimer ON: Tulisan ini hanya untuk kepentingan Analisis semata, tidak ada tujuan untuk menimbulkan kepanikan atau menakut-nakuti psikologi trader/investor.

Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163

Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *