FYI

S&P Global Ratings: sinyal waspada kondisi fiskal Indonesia

S&P Global Ratings baru saja mengeluarkan sinyal waspada terhadap kondisi fiskal Indonesia. Meskipun peringkat utang masih dipertahankan di level layak investasi (BBB) dengan prospek stabil, lembaga ini menyoroti peningkatan tekanan fiskal yang berisiko menekan profil kredit Indonesia dalam jangka menengah. Peringatan ini muncul karena beberapa indikator fiskal mulai menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Berikut poin-poin utama …

S&P Global Ratings: sinyal waspada kondisi fiskal Indonesia Read More »

Agreement on Reciprocal Trade 19 Feb 2026

Perjanjian Tarif antara Indonesia-Amerika Serikat (Agreement on Reciprocal Trade/ART) yang ditandatangani pada 19 Februari 2026 menuai banyak kritik karena dinilai sangat timpang dan merugikan Indonesia. Berikut poin-poin isi perjanjian yang menjadi sorotan: Kewajiban Impor Besar-besaran: Indonesia diwajibkan mengimpor barang dari AS senilai USD 33 miliar dalam lima tahun, termasuk produk energi (minyak/gas), aviasi, dan hasil …

Agreement on Reciprocal Trade 19 Feb 2026 Read More »

Defisit APBN 2025

Pemerintah diduga melakukan akrobat fiskal untuk anggaran 2025, sorotan tertuju pada Danantara yang mengalihkan dividen BUMN dari negara ke dirinya sendiri. Keraguan meningkat atas kredibilitas angka fiskal Indonesia yang diumumkan oleh investor dan badan internasional. Moody’s menurunkan prospek utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, sementara peringkat tetap Baa2. Penurunan prospek bertindak sebagai peringatan terhadap manajemen …

Defisit APBN 2025 Read More »

MSCI: update 02 Feb 2026

Perkembangan terkini dalam pertemuan BEI, OJK, dengan MSCI pada 02 Feb 2026 Pertemuan ini menunjukkan kemajuan signifikan ke fase reformasi struktural mendasar untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. MSCI fokus ke dua isu utama yaitu transparansi kepemilikan saham & likuiditas pasar. Transparansi: Data Pemegang Saham (DPS) akan dibuka lebih …

MSCI: update 02 Feb 2026 Read More »

BI meredam pelemahan Rupiah

Bank Indonesia (BI) saat ini menghadapi pelemahan Rupiah dengan strategi yang cermat, berfokus pada menjaga stabilitas tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi. Berikut ini langkah-langkah utama yang diambil BI beserta faktor yang mempengaruhi keputusan mereka. Strategi Utama BI Menghadapi Pelemahan Rupiah Strategi BI berfokus pada kombinasi kebijakan suku bunga dan intervensi pasar yang terukur: Menahan Suku Bunga …

BI meredam pelemahan Rupiah Read More »

Monetary Authority of Singapore dan Bank Indonesia

Perbedaan struktural antara Monetary Authority of Singapore (MAS) dan Bank Indonesia (BI) memang sangat mendasar, terutama dalam pendekatan kebijakan moneter. Perbedaan ini berakar pada perbedaan ekonomi dan mandat kedua negara. Singkatnya, MAS mengelola nilai tukar dolar Singapura, sedangkan BI menggunakan suku bunga sebagai instrumen utamanya untuk mengendalikan inflasi dan nilai rupiah. BI vs MAS Monetary …

Monetary Authority of Singapore dan Bank Indonesia Read More »

Yield SBN dan CDS SBN

Kenaikan yield SBN 10 tahun dan CDS dalam beberapa pekan terakhir terutama didorong oleh faktor eksternal (global) yang menyebabkan rupiah melemah, serta adanya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dalam negeri. Pergerakan kedua indikator ini umumnya berhubungan erat karena mencerminkan risiko yang serupa. Hubungan Yield SBN dan CDS Yield SBN adalah imbal hasil yang diminta investor untuk …

Yield SBN dan CDS SBN Read More »

Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia

Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia menekankan bahwa pembelian SBN di pasar sekunder oleh Bank Indonesia (BI) akan tetap berjalan, namun dilakukan secara fleksibel berdasarkan kebutuhan pasar, bukan sebagai bagian dari skema burden sharing yang bersifat permanen. Pandangan Thomas Djiwandono tentang Pembelian SBN Dari pernyataannya di DPR, posisi Thomas dapat diringkas sebagai berikut: Kebijakan …

Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia Read More »

Kemungkinan Rio Tinto & Glencore akan merger

Rio Tinto dan Glencore telah mengkonfirmasi pada 8-12 Januari 2026 bahwa mereka sedang dalam “diskusi awal” mengenai kemungkinan penggabungan sebagian atau seluruh bisnis mereka, yang bisa menjadi transaksi terbesar dalam sejarah industri pertambangan. Jika merger berhasil, ini akan melahirkan perusahaan tambang terbesar di dunia melampaui BHP. Berikut ringkasan detail kunci dari rencana tersebut: Status Proposal: …

Kemungkinan Rio Tinto & Glencore akan merger Read More »

Strategi ketahanan energi China

Sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, kebutuhan energi China sangatlah masif dan sedang mengalami transisi struktural yang sangat cepat di tahun 2026. China bukan lagi sekadar konsumen batu bara, melainkan pemimpin dunia dalam konsumsi dan produksi energi bersih. ​Berikut profil dan rincian kebutuhan energi China: ​1. Rekor Konsumsi Listrik Terbesar Dunia ​Hingga awal 2026, konsumsi …

Strategi ketahanan energi China Read More »