Agreement on Reciprocal Trade 19 Feb 2026

Perjanjian Tarif antara Indonesia-Amerika Serikat (Agreement on Reciprocal Trade/ART) yang ditandatangani pada 19 Februari 2026 menuai banyak kritik karena dinilai sangat timpang dan merugikan Indonesia.

Berikut poin-poin isi perjanjian yang menjadi sorotan:

Kewajiban Impor Besar-besaran:
Indonesia diwajibkan mengimpor barang dari AS senilai USD 33 miliar dalam lima tahun, termasuk produk energi (minyak/gas), aviasi, dan hasil pertanian seperti kedelai, gandum, jagung, serta daging sapi. Impor ini dikhawatirkan mengancam swasembada pangan dan membuat petani lokal kalah saing.

Ketimpangan Jumlah Klausul:
Dari total klausul perjanjian, Indonesia dibebani 115 poin kewajiban, sementara AS hanya memiliki 6 poin kewajiban terhadap Indonesia.

Hambatan Non-Tarif Dihapus:
Indonesia harus menghapus berbagai hambatan non-tarif, termasuk pembebasan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan kosmetik AS, serta pengecualian aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Ancaman bagi Sektor Digital:
Indonesia dilarang memberlakukan pajak baru untuk perusahaan teknologi AS. Data pengguna juga wajib ditransfer bebas ke AS, yang melemahkan kedaulatan data nasional.

Pembatasan Kedaulatan Kebijakan: Perjanjian ini melarang Indonesia menerapkan kewajiban transfer teknologi dari investor AS. Klausul lain menyebut bahwa AS dapat membatalkan perjanjian sepihak jika Indonesia menjalin kerja sama dengan negara yang dianggap “musuh” AS, yang membatasi politik bebas aktif Indonesia.

Eksploitasi Sumber Daya Alam:
Perjanjian ini membuka akses tak terbatas bagi AS untuk mengelola mineral kritis Indonesia (nikel, tembaga, bauksit) dan memperpanjang izin usaha Freeport di Papua hingga 2061, tanpa jaminan perlindungan lingkungan yang memadai.

Melemahkan Perlindungan Media:
Indonesia tidak boleh mewajibkan platform digital AS (seperti Google atau Meta) untuk membayar lisensi berbayar atau bagi hasil ke perusahaan pers, sehingga melemahkan keberlanjutan media nasional.

Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Saham Daily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.

Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163

Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *