Daftar Emiten Rights Issue di Tahun 2026

Berdasarkan pengumuman dan rencana aksi korporasi hingga awal Maret 2026, berikut adalah emiten yang telah mengumumkan atau tengah mempersiapkan Rights Issue (Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu/PMHMETD) di tahun 2026. Perlu diperhatikan bahwa untuk beberapa emiten, jadwal dan nominal masih bersifat rencana dan menunggu persetujuan RUPSLB serta efektifnya pernyataan pendaftaran dari OJK.

Daftar Emiten Rights Issue 2026

IRSX (PT Folago Global Nusantara Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): 12,39 miliar (66,67% dari modal ditempatkan), Harga Pelaksanaan: Rp 300 per saham.

Dana Target: Hingga Rp 3,72 triliun.

Tujuan Penggunaan Dana: Ekspansi ekosistem digital, konten, dan hiburan

Status/Jadual RUPSLB: Siap Eksekusi (Cum date: 5 Maret 2026).

Detail Penting: Rights issue dengan rasio 1:2 (setiap 1 saham lama mendapat 2 hak tebus). Pemegang saham pengendali, PT Matra Tri Abadi (MTA), bertindak sebagai pembeli siaga dan siap menyerap seluruh haknya serta sisa saham yang tidak ditebus, dengan dana siaga total mencapai Rp 3,72 triliun. Aksi korporasi ini juga disertai dengan penerbitan waran sebagai insentif.

BNBR (PT Bakrie & Brothers Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): 90 miliar saham Seri E

Tujuan Penggunaan Dana: Bayar utang akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT)

Status/Jadual RUPSLB: Disetujui (RUPSLB 27 Feb 2026)

Detail Penting: Telah mendapat persetujuan dalam RUPSLB pada 27 Februari 2026. Rights issue ini bertujuan mengoptimalkan struktur pendanaan dan memperbaiki rasio keuangan. Setelah PMHMETD, rasio pinjaman terhadap ekuitas diproyeksikan membaik dari 536,02% menjadi 211,57%.

BUVA (PT Bukit Uluwatu Villa Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): Maks. 50 miliar (setara 203,11% dari modal ditempatkan).

Tujuan Penggunaan Dana: Memperkuat struktur permodalan. Seluruh dana akan digunakan untuk pengembangan usaha (pembangunan hotel, real estat) dan/atau pembayaran kewajiban perusahaan dan anak usaha.

Status/Jadual RUPSLB: Disetujui (RUPSLB 26 Feb 2026)
Detail Penting: Rencana ini merupakan rights issue tahap II bagi BUVA dan telah mendapatkan persetujuan RUPSLB pada 26 Februari 2026. Terdapat potensi dilusi kepemilikan saham hingga 67,01% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya.

JGLE (PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): 8,28 miliar saham Seri B. Harga Pelaksanaan: Rp 50 per saham.

Dana Target: Rp 414 miliar.

Tujuan Penggunaan Dana: Hampir seluruh dana (Rp 413,9 miliar) akan digunakan untuk mengakuisisi 61,86% saham PT Jungleland Asia (JLA), pengelola Jungleland Adventure Theme Park di Sentul, yang akan mengembalikan kendali atas aset tersebut ke JGLE.

Status/Jadual RUPSLB: RUPSLB: 31 Maret 2026
Detail Penting: Akuisisi ini diperkirakan menghasilkan keuntungan (gain on bargain purchase) hingga Rp 570,8 miliar. Rencana rights issue ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 31 Maret 2026.

MPPA (PT Matahari Putra Prima Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): Maks. 24 miliar

Tujuan Penggunaan Dana: Dana hasil rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi sejumlah aset properti strategis di Surabaya, Gresik, Bogor, Yogyakarta, dan Tangerang. Sisa dana akan digunakan untuk modal kerja dan penyertaan modal ke anak usaha.

Status/Jadual RUPSLB: RUPSLB 30 Maret 2026
Detail Penting: Rights issue ini merupakan PMHMETD VIII bagi MPPA. Pemegang saham utama, PT Multipolar Tbk (MLPL), berkomitmen untuk melaksanakan seluruh haknya dan akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk sisa saham yang tidak diambil bagian.

WMUU (PT Widodo Makmur Unggas Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): Maks. 6,1 miliar

Tujuan Penggunaan Dana: Sebagian besar nilai rights issue akan dikonversi dari utang pemegang saham (debt to equity swap) oleh PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP), yang merupakan pemegang saham pengendali. Sisa dana akan digunakan untuk modal kerja guna mendukung kegiatan usaha dan meningkatkan kinerja.

Status/Jadual RUPSLB: RUPSLB: 2 April 2026

BAJA (PT Saranacentral Bajatama Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): Maks. 1 miliar

Tujuan Penggunaan Dana: Digunakan untuk menyelesaikan utang perusahaan kepada PT Sarana Steel sebesar Rp 445,34 miliar (utang pokok + bunga) dan sisanya untuk modal kerja. PT Sarana Steel akan mengambil sebagian saham baru senilai Rp 317,57 miliar sebagai bentuk konversi utang (debt to equity swap).

Status/Jadual RUPSLB: RUPSLB: 31 Maret 2026 dengan target pernyataan efektif dari OJK pada 7 Agustus 2026.

ELPI (PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): 2,03 miliar saham baru (27,39% dari modal ditempatkan setelah rights issue).

Tujuan Penggunaan Dana: Secara garis besar akan digunakan untuk likuiditas umum, belanja modal (capital expenditure), dan modal kerja, termasuk untuk ekspansi, diversifikasi, investasi, serta kegiatan penunjangnya.

Status/Jadual RUPSLB: RUPSLB pada 9 Maret 2026

ATIC (PT Anabatic Technologies Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): 600 juta saham baru (25,91% dari modal ditempatkan).

Tujuan Penggunaan Dana: Dana hasil rights issue akan digunakan untuk penyelesaian Obligasi yang jatuh tempo pada 11 Juli 2026. Jika ada sisa, akan digunakan untuk modal kerja dan operasional perusahaan.

Status/Jadual RUPSLB: RUPSLB pada 27 Maret 2026
Detail Penting: Pemegang saham utama, TIS Inc. (37,30%), menyatakan tidak akan mengambil bagian dalam rights issue ini, sehingga berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lain yang tidak menggunakan haknya.

RMKO (PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): Maks. 512 juta saham baru (29,06% dari modal ditempatkan setelah rights issue).

Tujuan Penggunaan Dana: Memperkuat struktur permodalan, khususnya untuk modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk ekspinsi hauling road dan peningkatan volume angkutan batubara.

Status/Jadual RUPSLB: RUPSLB: 8 April 2026

YOII (PT Asuransi Digital Bersama Tbk)

Jumlah Saham Baru (rencana): Maks. 684,93 juta

Tujuan Penggunaan Dana: Modal kerja perseroan

Status/Jadual RUPSLB: Menunggu persetujuan RUPSLB dan OJK

Dampak Rights Issue bagi Investor

Secara umum, rights issue adalah langkah perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan. Namun, dampaknya bagi investor bisa berbeda-beda tergantung tujuan penggunaannya.

Potensi Positif: Jika dana digunakan untuk ekspansi produktif atau akuisisi yang menguntungkan (seperti yang dilakukan IRSX, JGLE, MPPA), aksi ini berpotensi meningkatkan pendapatan dan nilai perusahaan di masa depan.
Risiko yang Perlu Dicermati: Konsekuensi utama bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya adalah dilusi (penurunan persentase kepemilikan). Dalam jangka pendek, rights issue juga sering memicu volatilitas harga saham.

Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Saham Daily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.

Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163

Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *