IHSG

IHSG PHP?

IHSG berhasil mencetak reli hijau selama sembilan hari berturut-turut (9–21 Juli 2026), melonjak dari 5.912 ke 6.340 atau menguat sekitar 7,93%. Penguatan ini didorong oleh kombinasi faktor domestik dan eksternal: Faktor Domestik (Pendorong Utama) Musim Laporan Keuangan Semester I-2026: Antusiasme investor menyambut rilis laporan keuangan kuartal II dan semester I 2026 menjadi katalis utama. Sektor …

IHSG PHP? Read More »

9-15 Juni 2026: Reli Pemulihan IHSG

Dalam sepekan, IHSG berhasil bangkit dari titik terendahnya, didorong oleh perubahan sentimen global dan respons kebijakan domestik yang agresif, meskipun investor asing masih mencatatkan arus keluar yang besar. 8 Juni 2026: Titik Nadir IHSG Pada 8 Juni 2026, IHSG ditutup melemah 4,52% ke level 5.342, membuat indeks ambrol -38,22% secara year-to-date (YTD). Pelemahan ini merupakan …

9-15 Juni 2026: Reli Pemulihan IHSG Read More »

Krisis Kepercayaan (trust issue): Pelemahan Nilai Tukar Rupiah & IHSG masih berlanjut

Menghadapi pelemahan nilai tukar Rupiah dan IHSG yang terjadi secara bersamaan, harus direspons dengan kebijakan yang tepat, cepat, terkoordinasi, dan tidak biasa. Kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan kebijakan lainnya untuk penguatan kepercayaan (confidence building). Kebijakan Moneter: Fokus pada Stabilitas Nilai Tukar Kenaikan Suku Bunga Acuan (BI-Rate): Setelah mempertahankan suku bunga di level 4,75%, Bank Indonesia …

Krisis Kepercayaan (trust issue): Pelemahan Nilai Tukar Rupiah & IHSG masih berlanjut Read More »

Periode Pemulihan IHSG

Periode pemulihan IHSG dari setiap krisis sangat bervariasi, tergantung pada akar penyebab dan tingkat keparahannya. Dari data historis yang ada, masa pemulihan IHSG terbagi menjadi dua kategori utama: Krisis Berat (Bear Market) · Krisis Moneter Asia (1997-1998): 8-24 bulan (penurunan hingga 72%). Rata-rata >2 tahun, dengan data tercepat 8 bulan (Pulih ke titik terendah) atau …

Periode Pemulihan IHSG Read More »

Simulasi IHSG di level 5.882 & 5.735

Simulasi Pelemahan IHSG: Level 5.882 & 5.735 Simulasi apabila IHSG benar-benar melemah hingga menyentuh level 5.882 dan 5.735. Sebagai konteks, level-level ini berada jauh di bawah kondisi pasar saat ini (sekitar 6.300-an pasca kenaikan BI Rate). IHSG level 5.882,605 merupakan level terendah IHSG 3 tahun terakhir dan angka 5735,469 merupakan level terendah IHSG 5 tahun …

Simulasi IHSG di level 5.882 & 5.735 Read More »

Simulasi skenario tekanan ganda (Yield UST 10Y naik & CDS Indonesia naik)

Berikut simulasi skenario tekanan ganda (double whammy) yaitu yield US Treasury 10 tahun naik dan CDS Indonesia naik secara simultan. Ini adalah skenario terburuk bagi pasar keuangan Indonesia. Baseline menggunakan data 18 Mei 2026. Skenario: Yield UST Naik + CDS Indonesia Naik (Tekanan Ganda) Asumsi Simulasi Yield UST 10 tahun: Baseline (18 Mei 2026) => …

Simulasi skenario tekanan ganda (Yield UST 10Y naik & CDS Indonesia naik) Read More »

Aksi Jual neto Investor Asing Rp 5,96 Triliun di Pekan ketiga Januari 2026

IHSG memang berhasil capai rekor tertinggi baru pada 19 Januari, namun arus modal berubah menjadi negatif di pekan yang sama. Berikut rincian terkait aksi jual neto investor asing senilai Rp 5,96 triliun di pasar saham, SBN (Surat Berharga Negara), dan SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) yang terjadi pada 19-22 Januari 2026 . Rincian Aksi Jual …

Aksi Jual neto Investor Asing Rp 5,96 Triliun di Pekan ketiga Januari 2026 Read More »

IHSG Koreksi tiga hari berturut-turut

Sahamdaily-23 Januari 2026 IHSG terkoreksi tiga hari berturut-turut dari tanggal 21-23 Januari 2026 dipicu oleh kombinasi sentimen domestik yang tajam dan tekanan global, terjadi setelah indeks mencetak rekor tertinggi yang memicu aksi ambil untung massal. Penyebab Utama Koreksi IHSG 21-23 Januari 2026 Berikut analisis faktor-faktor kunci yang memicu pelemahan: Faktor Domestik · Aksi Ambil Untung …

IHSG Koreksi tiga hari berturut-turut Read More »

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) => Rata-rata pergerakan harga saham seluruh emiten yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan dengan kapitalisasi pasar (market cap) yang lebih besar memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap IHSG