Praktik pengelolaan ekspor terpusat yang dilakukan China melalui China Rare Earth Group (CREG) untuk mengendalikan ekspor logam tanah jarang (rare earth elements). CREG adalah perusahaan milik negara (BUMN) raksasa yang dibentuk pada Desember 2021 melalui penggabungan aset-aset tanah jarang) dari tiga entitas besar:
· Aluminium Corporation of China (Chinalco)
· China Five Minmetals Group
· Ganzhou Rare Earth Group
Tujuannya untuk menciptakan satu kendali terpusat atas seluruh rantai nilai tanah jarang, dari pertambangan, pemurnian, hingga ekspor.
Tujuan utama pengelolaan terpusat
1. Menghentikan persaingan internal antar penambang China yang selama ini menyebabkan harga tanah jarang murah dan sumber daya terkuras.
2. Menguasai harga global dengan mengatur volume ekspor.
3. Menjaga keamanan nasional karena tanah jarang digunakan untuk magnet permanen, jet tempur, rudal, hingga ponsel dan kendaraan listrik.
4. Melawan tekanan dagang dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Mekanisme kendali ekspor melalui CREG
1. Kuota ekspor dan lisensi tunggal
Hanya dua perusahaan yang boleh mengekspor tanah jarang dari China:
· China Rare Earth Group
· Northern Rare Earth Group
Pemerintah China menetapkan kuota ekspor tahunan yang sangat ketat. Kuota ini tidak hanya membatasi volume, tetapi juga menentukan bentuk produk yang boleh diekspor (misalnya oksida, logam, atau magnet). Produk mentah seperti konsentrat tanah jarang hampir tidak pernah diizinkan ekspor.
2. Kendali penuh atas pemurnian
China menguasai sekitar 85–90% kapasitas pemurnian global.
CREG mengintegrasikan pabrik-pabrik pemurnian sehingga:
· Negara lain yang punya tambang tanah jarang (misal AS, Australia) tetap harus mengirim bijihnya ke China untuk dimurnikan.
· Dengan demikian, China bisa mengendalikan seluruh aliran global meskipun sumber daya mentah ada di luar negeri.
3. Lisensi ekspor berbasis rantai pasok
Setiap eksportir (hanya CREG dan Northern Rare Earth) harus mengajukan lisensi untuk setiap pengiriman. Lisensi diberikan hanya jika:
· Pembeli akhir tidak terkait militer negara tertentu (de facto melarang penjualan ke industri pertahanan AS/EU).
· Produk tidak akan dialihkan ke pihak ketiga yang dilarang.
4. Pengawasan harga dan kontrak jangka panjang
CREG bertindak sebagai penjual tunggal de facto untuk sebagian besar pasokan global. Akibatnya:
· Pembeli internasional tidak bisa menawar harga antar penambang China.
· China bisa menaikkan harga secara drastis (misalnya 2023–2025 harga neodymium naik 300% dalam periode tertentu) atau memotong pasokan sebagai senjata geopolitik.
Mengapa ini disebut “pengelolaan ekspor terpusat” yang efektif?
Aspek
Jumlah pengekspor: Hanya 2 BUMN → tidak ada persaingan internal
Kendali produksi: Negara tentukan kuota tambang dan pemurnian
Kendali harga: Negara tentukan harga referensi, pembeli tidak bisa pilih alternatif
Kendali teknologi: Larangan ekspor peralatan/teknologi pemurnian ke luar negeri
Sanksi jika melanggar: Lisensi dicabut, perusahaan dihukum pidana
Dampak terhadap dunia
· Ketergantungan global hampir semua industri (mobil listrik, drone, pertahanan) pada satu perusahaan China.
· Harga tidak stabil karena kuota sering berubah sesuai kepentingan politik China.
· Upaya negara lain (AS, Jepang, Australia) untuk membangun rantai pasok alternatif sangat sulit dan mahal karena butuh waktu 5–10 tahun dan tidak memiliki teknologi pemurnian skala besar.
China Rare Earth Group bukan sekadar perusahaan tambang biasa. Ia adalah instrumen kebijakan industri dan geopolitik China untuk menguasai ekspor tanah jarang secara terpusat. Efektivitasnya terletak pada kombinasi monopoli fisik (hanya satu grup besar), monopoli regulasi (kuota dan lisensi), dan monopoli teknologi (pemurnian). Dengan cara ini, China bisa menentukan siapa yang mendapat pasokan, berapa harganya, dan untuk keperluan apa.
Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163
Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini