Potensi Saham CNMA

​PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), yang dikenal luas sebagai Cinema XXI, adalah operator jaringan bioskop terbesar di Indonesia. Potensi saham CNMA dapat dianalisis dari beberapa aspek:

​1. Prospek Industri Bioskop Indonesia:
​Pemulihan Pasca Pandemi: Industri film Indonesia menunjukkan geliat positif setelah pandemi COVID-19. Jumlah penonton bioskop telah kembali meningkat, bahkan mencapai 87,1 juta penonton pada tahun 2024, tumbuh 3,3% dari tahun 2023.
​Potensi Pertumbuhan: Populasi Indonesia yang besar (sekitar 280 juta penduduk) dengan persebaran bioskop yang belum merata (60% masih di Jabodetabek) menunjukkan potensi pasar yang besar untuk ekspansi. Industri layar di Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 6,13% dari tahun 2023 hingga 2027. Pendapatan bioskop secara spesifik diperkirakan tumbuh dengan CAGR sebesar 15,09% selama periode yang sama, didorong oleh investasi peningkatan jumlah layar bioskop.
​Film Lokal: Kontribusi film lokal terhadap jumlah penonton bioskop nasional sangat signifikan. Pada tahun 2024, penonton film nasional mencapai lebih dari 81 juta, atau 67% dari total penonton bioskop di Indonesia. Ini menunjukkan minat yang tinggi terhadap konten lokal dan menjadi pendorong utama industri bioskop.
​Ekspansi Jaringan: Cinema XXI terus melakukan ekspansi dengan membuka lokasi bioskop baru di daerah-daerah potensial. Sepanjang tahun 2024, Cinema XXI membuka 16 lokasi bioskop baru dengan tambahan 70 layar, termasuk layar IMAX® with Laser. Ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan akses hiburan bagi masyarakat.
​2. Keunggulan Kompetitif Cinema XXI:
​Pangsa Pasar Dominan: Cinema XXI adalah pemain terbesar dan terkemuka di industri bioskop Indonesia, memiliki pangsa pasar yang dominan dan reputasi yang kuat.
​Pengalaman dan Kualitas: Dengan pengalaman lebih dari 36 tahun, Cinema XXI terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan untuk mempertahankan posisinya sebagai destinasi hiburan pilihan.
​Diversifikasi Pendapatan: Selain penjualan tiket, pendapatan juga didukung oleh kontribusi penjualan makanan dan minuman, serta program promosi yang efektif.
​3. Risiko Investasi:
​Variabilitas Kunjungan Penonton: Kunjungan penonton bioskop sangat dipengaruhi oleh faktor seasonality (musim liburan, Ramadan) dan ketersediaan film-film menarik (blockbuster). Hal ini dapat menyebabkan fluktuasi pendapatan dari waktu ke waktu.
​Persaingan: Meskipun dominan, CNMA tetap menghadapi persaingan dari operator bioskop lain seperti CGV dan pendatang baru, serta platform streaming digital yang menawarkan hiburan di rumah.
​Dinamika Industri Film Global: Ketersediaan film-film internasional juga sangat mempengaruhi kinerja bioskop. Tantangan pemulihan pasar film internasional dapat berdampak pada jumlah penonton.
​Sentimen Pasar: Terkadang, kinerja keuangan yang positif tidak selalu dihargai oleh pasar saham. Ada kalanya saham CNMA mengalami anomali harga meskipun laporan keuangan bagus, seperti yang ditunjukkan oleh beberapa komentar investor di forum saham.

CNMA menawarkan potensi pertumbuhan jangka panjang bagi investor yang percaya pada kebangkitan dan perkembangan industri hiburan bioskop di Indonesia.

Jika Anda ingin berlangganan Database Saham Daily dan mendapatkan Info Saham Terkini, klik link di bawah ini:

Langganan Database Sahamdaily & Info Saham Terkini

No HP Admin Sahamdaily : 085737186163. Website: www.sahamdaily.com

Kinerja Keuangan CNMA di Semester I 2025:

​Pendapatan:
​Cinema XXI membukukan pendapatan sebesar Rp 2,8 triliun di Semester I 2025
​Laba Bersih:
​Laba bersih Cinema XXI tercatat sebesar Rp 288,56 miliar pada Semester I 2025.

​Faktor Pendorong dan Penekan:
​Jumlah Penonton: Kinerja pada Semester I 2025 didorong oleh total jumlah penonton yang mencapai 42,5 juta. Menariknya, total penonton pada Q2 2025 melonjak lebih dari dua kali lipat dari total penonton pada Q1 2025. Peningkatan ini didukung oleh momentum Lebaran dan antusiasme penonton terhadap film-film box office, baik film nasional maupun internasional.
​Kontribusi Film Nasional: Tren positif kinerja film nasional yang berlanjut di Semester I 2025 juga berperan positif bagi Cinema XXI, dengan kontribusi film nasional mencapai lebih dari 65% dari total penonton.

​​Hubungan Benny Suherman dengan saham CNMA

Benny Suherman memiliki hubungan yang sangat erat dan fundamental dengan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), atau yang lebih dikenal sebagai Cinema XXI.

Berikut adalah poin-poin utamanya:
​Pendiri dan Pelopor: Benny Suherman adalah salah satu pendiri Cinema XXI dan merupakan pelopor dalam memperkenalkan bioskop modern di Indonesia. Ia membuka Studio 21 pada tahun 1987, yang menjadi cikal bakal Cinema XXI.
​Pemilik Mayoritas: Benny Suherman merupakan pemegang saham mayoritas PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. Kepemilikannya ini terutama melalui PT Harkatjaya Bumipersada (HJB), di mana ia memegang 50% saham HJB.
​Pengendali dan Pemilik Manfaat Akhir: Bersama dengan anggota keluarganya (Cisca Widjaja, Suryo Suherman, Melia Suherman, dan Arif Suherman), Benny Suherman adalah pengendali utama dan pemilik manfaat akhir dari perseroan.
​Peran dalam Transisi Kepemilikan: Pada tahun 1999, Sudwikatmono (salah satu pendiri PT Subentra Nusantara, cikal bakal Cinema XXI) melepaskan kepemilikan sahamnya kepada Benny Suherman dan Harris Lasmana. Sejak saat itu, Benny Suherman berperan besar dalam transformasi Studio 21 menjadi Cinema XXI yang ada saat ini.
​Posisi di Perusahaan dan Keluarga: Meskipun saat ini Benny Suherman menjabat sebagai komisaris utama PT Harkatjaya Bumipersada, ia telah “meneruskan” pengelolaan jejaring bioskop terbesar itu kepada anak-anaknya. Anak-anaknya, Suryo Suherman dan Arif Suherman, masing-masing menjabat sebagai presiden direktur dan direktur CNMA, sementara putrinya, Melia Suherman, menjabat sebagai komisaris perusahaan. Menantunya, Hans Gunadi, juga menjabat sebagai direktur utama Cinema XXI.

Benny Suherman adalah figur sentral di balik kesuksesan dan pertumbuhan Cinema XXI, baik sebagai pendiri, pemilik mayoritas, maupun pengendali.

Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Sahamdaily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi Pembaca

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *