PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)
1. Pergerakan Harga Saham (Per 1 Oktober 2025)
Harga Penutupan Terakhir: Harga saham BIPI pada penutupan perdagangan 1 Oktober 2025 berada di level sekitar Rp 99 per saham.
Kinerja Jangka Pendek & Menengah:
Saham BIPI menunjukkan tren kenaikan dalam jangka pendek dan menengah:
Kenaikan harga saham BIPI 1 Bulan Terakhir: Sekitar +22,22%
Kenaikan harga saham BIPI 6 Bulan Terakhir: Sekitar +28,57%
Rentang 52 Minggu: Harga saham bergerak dalam rentang Rp 62 hingga Rp 106.
2. Aksi Korporasi
Perusahaan baru-baru ini melaksanakan Paparan Publik (Public Expose) pada 29 September 2025, di mana manajemen memaparkan kinerja Perseroan untuk tahun 2025. Hasil dari paparan ini menjadi fokus investor untuk mengevaluasi prospek perusahaan.
BIPI memfokuskan bisnisnya sebagai perusahaan infrastruktur energi dan sumber daya terintegrasi, dengan komoditas utama batu bara. Perusahaan berupaya menjadi pemain infrastruktur energi terintegrasi melalui anak-anak perusahaannya yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, layanan pelabuhan, dan layanan pendukung pertambangan.
Struktur Kepemilikan (Update Agustus 2025): Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Agustus 2025, pemegang saham pengendali BIPI adalah PT Indotambang Perkasa dengan kepemilikan sekitar 19,39% dari total saham.
BIPI mengumumkan rencana untuk masuk ke bisnis Waste-to-Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi.
Meskipun bisnis utama BIPI saat ini masih di sektor infrastruktur energi yang terkait dengan batu bara (seperti jasa pertambangan dan pelabuhan batu bara), perusahaan sedang gencar melakukan diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan dan ramah lingkungan.
Berikut poin-poin penting terkait rencana BIPI di bisnis WTE:
Proyek WTE merupakan bagian dari inisiatif “Energi Hijau” dan strategi ekspansi jangka panjang perusahaan untuk menjadi perusahaan infrastruktur energi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
BIPI telah mengumumkan rencana untuk mengeksekusi proyek Waste-to-Energy (WTE) yang ditaksir memiliki nilai investasi besar, yaitu sekitar USD 300 juta hingga USD 350 juta.
Proyek WTE di Jawa sudah masuk dalam tahap Studi Kelayakan (Feasibility Study). Eksekusi proyek tersebut direncanakan dimulai pada tahun 2026.
Selain WTE, BIPI juga menjajaki proyek energi terbarukan lainnya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro Sungai dan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (berbasis Palm Kernel Shell/PKS dan kayu).
Jika Anda ingin berlangganan Database Saham Daily dan mendapatkan Info Saham Terkini, klik link di bawah ini:
No HP Admin Sahamdaily : 085737186163. Website: www.sahamdaily.com
Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Sahamdaily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.