Saham SPTO: New Comer yang makin Berkembang

Saham SPTO

Surya Pertiwi Tbk didirikan dengan nama PT Surya Nusantara pada tanggal 05 Juli 1978 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 06 Desember 1978.  SPTO bergerak di perdagangan barang Saniter dan Fitting serta melalui PT Surya Pertiwi Nusantara (Anak Usaha), bergerak dalam bidang industri dan perdagangan produk saniter dan PT Surya Graha Pertiwi (Anak Usaha), bergerak dalam bidang pembangunan dan pengelolaan gedung.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Surya Pertiwi Tbk, yaitu: PT Multifortuna Asindo dan PT Suryaparamitra Abadi, dengan persentase kepemilikan masing-masing sebesar 37,04%.

Pada tanggal 03 Mei 2018, SPTO memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SPTO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 700.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp1.160,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 14 Mei 2018.

Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari IPO, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham, akan digunakan seluruhnya untuk:

1.) sekitar 61,4% untuk pembayaran seluruh pokok utang atas beberapa fasilitas pinjaman dari PT Bank Resona Perdania, PT Bank Mizuho Indonesia, dan PT Bank HSBC Indonesia;

2.) sekitar 32,3% untuk Perusahaan Anak, yaitu SPN untuk belanja modal, yaitu untuk penambahan fasilitas produksi untuk pabrik baru di Surabaya, antara lain pembelian kiln dan fasilitasnya dalam kurun 2019 sampai 2020; dan

3.) sekitar 6,3% untuk modal kerja.

Saat ini, SPTO menjadi distributor tunggal Produk saniter dan fitting merek TOTO di Indonesia karena kedua perusahaan ini merupakan sister company yang dimiliki oleh 2 Owner yang sama yaitu Multifortuna Asindo dan Suryaparamitha Abadi dengan prosentase kepemilikan gabungan kedua owner di TOTO mencapai kisaran 54% dan di SPTO mencapai 60 %.

PRODUK UTAMA SPTO:

  1. Saniter (kloset jongkok & duduk, wastafel, urinoir, dsb)
  2. Fitting (shower, dsb)

Kedua jenis produk ini merupakan leader di market dengan menguasai pasar 55% (saniter) dan 49% (fitting). Kompetitor terberat TOTO yaitu American Standart yang menjual dengan harga lebih Premium.

Penghasilan SPTO didominasi oleh Penjualan Saniter (48,2%) dan Fitting (47.9%), sisanya dari Pendapatan Sewa Gedung.

EKSPANSI:

Surya Pertiwi Nusantara (SPN) di Gresik  seluas 35 ha merupakan Pabrik Saniter Baru (milik anak usaha gabungan SPTO (51% kepemilikan bersama dengan TOTO 49% Kepemilikan) dengan kemampuan 10 lini produksi masing masing kapasitas 500 ribu unit.

SPN ini didirikan dalam rangka memenuhi kebutuhan produk Saniter TOTO ke China sekitar 700.000 unit (10 kali lipat dari 2018 yaitu 70.000 unit).

SPN juga memproduksi kloset jongkok dengan harga jual yang 20% lebih murah dari produk eksisting. (Kloset duduk TOTO kisaran harga 1.4 juta, kloset jongkok TOTO di kisaran harga 300.000-an).

Perkembangan Sektor Property dan meningkatnya daya beli masyarakat tentu akan berimbas pada penjualan SPTO. Hal ini ditunjang oleh LTV (loan to value) dan gencarnya pembangunan perumahan sederhana untuk generasi muda.

SPTO target price 1350.

Bagi Premium Member yang sudah Buy dan HOLD saham SPTO dari Harga Rp 900 (11 Feb 2019), hold saja, investasi saham membutuhkan waktu untuk menghasilkan Profit yang Maksimal.

Btw, bisa follow Instagram, Twitter, Group Telegram, Group WA maupun follow & listen Podcast dan Spotify Sahamdaily ya 🙂

Jika berminat Join Premium Membership bisa klik link di bawah atau WA ke 085737186163

Join Membership

Leave a Comment

Your email address will not be published.