Detail lengkap mengenai postur RAPBN 2027 versi pengesahan DPR:
Postur Makro & Asumsi Dasar Ekonomi 2027
Pemerintah dan DPR menyepakati asumsi dasar ekonomi makro sebagai fondasi penyusunan anggaran:
· Pertumbuhan Ekonomi: 6,0% (yoy).
· Inflasi: 2,5% (yoy).
· Nilai Tukar Rupiah: Rp 17.500 per USD.
· Suku Bunga SBN 10 Tahun: 6,9%.
· Harga Minyak Mentah (ICP): USD 75 per barel.
· Lifting Minyak: 612.500 barel per hari.
· Lifting Gas: 954.000 barel setara minyak per hari.
Pendapatan Negara: Rp 3.435,10 Triliun. Target ini naik dari usulan awal Rp 3.426,03 triliun, ditopang oleh peningkatan penerimaan perpajakan dan PNBP.
Rincian Pendapatan Negara:
· Penerimaan Perpajakan: Rp 2.911,95 Triliun (+11% YoY)
· Pajak: Rp 2.593,35 Triliun (+12% YoY). Target ini naik Rp 2 triliun dari usulan awal, difokuskan pada pembenahan tata kelola dan penegakan hukum.
· Kepabeanan dan Cukai: Rp 318,60 Triliun (-1% YoY).
· PNBP: Rp 522,48 Triliun (-9% YoY). Target ini naik signifikan Rp 5,07 triliun dari usulan awal Rp 517,41 triliun.
· Hibah: Rp 0,66 Triliun (-56% YoY).
Belanja Negara: Rp 4.106,26 Triliun. Postur belanja ini naik dari usulan awal Rp 4.097,19 triliun.
Rincian Belanja Negara:
· Belanja Pemerintah Pusat: Rp 3.371,26 Triliun (+4% YoY)
· Belanja K/L: Rp 1.556,89 Triliun (-5% YoY).
· Belanja Non-K/L: Rp 1.814,36 Triliun (+12% YoY).
· Transfer ke Daerah (TKD): Rp 735,00 Triliun (+5% YoY).
Defisit dan Pembiayaan
· Defisit Anggaran: Rp 671,16 Triliun (2,40% dari PDB). Angka ini tetap di bawah batas 3% PDB yang diamanatkan undang-undang.
· Keseimbangan Primer: Rp (20,85) Triliun.
· Pembiayaan Anggaran: Rp 671,16 Triliun. Strategi pembiayaan dilakukan secara antisipatif dengan pengelolaan kas dan utang yang aktif untuk menjaga keberlanjutan.
· Rasio Utang: Pemerintah menjaga rasio utang di bawah 60% PDB, dengan proyeksi saat ini masih di bawah 40%.
Fokus Belanja & Program Prioritas
Belanja negara difokuskan pada 8 Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dengan alokasi Rp 625 triliun:
1. Kedaulatan Pangan
2. Kemandirian Energi dan Air
3. Pendidikan
4. Kesehatan
5. Hilirisasi dan Industrialisasi
6. Infrastruktur, Perumahan, dan Ketahanan Bencana
7. Ekonomi Kerakyatan dan Desa
8. Penurunan Kemiskinan
Alokasi Sektoral & K/L Terbesar:
· Pendidikan: Rp 824 Triliun (fokus pada Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, dan revitalisasi sekolah).
· Perlindungan Sosial: Rp 539,7 Triliun.
· Ketahanan Pangan: Rp 195,3 Triliun.
· Subsidi Energi: Rp 261,5 Triliun (BBM & LPG Rp 131,4 T; Listrik Rp 130,1 T).
· Kesehatan: Fokus pada pemerataan akses layanan, optimalisasi PBI JKN, dan revitalisasi rumah sakit.
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar:
1. Badan Gizi Nasional (BGN): Rp 240,2 Triliun (untuk program Makan Bergizi Gratis)
2. Kementerian Pertahanan: Rp 189,0 Triliun
3. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri): Rp 139,1 Triliun
4. Kementerian Pekerjaan Umum: Rp 114,5 Triliun
5. Kementerian Kesehatan: Rp 102,1 Triliun
6. Kementerian Agama: Rp 87,6 Triliun
7. Kementerian Sosial: Rp 84,7 Triliun
8. Kemendiktisaintek: Rp 65,1 Triliun
9. Kemendikdasmen: Rp 61,1 Triliun
10. Kementerian Keuangan: Rp 49,8 Triliun
Secara keseluruhan, RAPBN 2027 dirancang untuk tetap ekspansif guna mendorong pertumbuhan, namun dijalankan secara terukur dan prudensial dengan menjaga defisit di bawah 3% PDB dan rasio utang di bawah 60% PDB.
Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Saham Daily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.
Mau berlangganan Buletin, Circular, Database Saham Daily, dan mendapatkan Info Saham Terkini, serta gabung ke Sahamdaily Circle, klik link di bawah ini:
Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini
atau Whatsapp admin di 085737186163