Cerita Pendek: Cermin yang Dipecahkan
Di Negeri Pasar Nusantara, ada sebuah kota bernama Bursa. Setiap pagi, lonceng berbunyi, dan orang-orang berkumpul di alun-alun untuk melihat papan besar bernama IHGS. Angkanya naik, semua tersenyum. Angkanya turun, semua cemas.
Di kota itu tinggal para tuan tanah pasar. Rumah mereka megah, tetapi pintunya aneh: sangat kecil. Orang luar hanya boleh masuk lewat celah selebar telapak tangan. Sisanya tertutup tirai tebal. Kata orang, di balik tirai itu ada pemilik sebenarnya, tetapi tak ada yang berani bertanya. “Yang penting rumahnya besar,” kata Pak Rahmat, penjaga aturan kota. “Jangan ikut campur urusan dalam.”
Bertahun-tahun kota itu hidup tenang. Papan IHGS naik perlahan. Para tuan tanah semakin kaya. Namun, di balik ketenangan itu, ada luka yang tak pernah dibicarakan: pintu-pintu terlalu sempit, tirai terlalu tebal, dan harga rumah kadang dinaikkan oleh segelintir orang di ruang belakang.
Suatu hari, datanglah seorang tamu dari seberang. Namanya Tuan MOSI. Ia membawa cermin besar dan berdiri di tengah alun-alun.
“Aku tidak datang untuk menjatuhkan kota ini,” kata Tuan MOSI. “Aku hanya membawa cermin. Lihatlah wajah pasar kalian.”
Orang-orang melihat ke cermin. Mereka terkejut. Di sana terlihat pintu-pintu yang terlalu kecil, tirai-tirai yang terlalu tebal, dan beberapa rumah yang sebenarnya hanya dihuni oleh satu keluarga, sementara papan nama di depan berkata “milik publik.”
Tuan MOSI berkata pelan, “Jika kalian tidak membuka pintu dan menipiskan tirai, dana-dana besar dari seberang tidak akan mau masuk. Bahkan, mereka mungkin pergi.”
Kata-kata itu menyebar seperti angin. Keesokan harinya, pasar panik. Papan IHGS jatuh tajam. Orang-orang berlarian. Pedagang kecil menangis. Dana asing mengalir keluar. Semua mata mencari siapa yang harus disalahkan.
Dan mata mereka berhenti pada cermin.
“Ini salah Tuan MOSI!” teriak seorang pedagang. “Dia yang membuat pasar jatuh!”
“Benar!” kata tuan tanah yang rumahnya bertirai paling tebal. “Dia orang asing. Dia tidak tahu apa-apa. Dia sengaja menakut-nakuti kita.”
Pak Rahmat, penjaga aturan, mengangguk. “Kita harus melarang cermin itu. Cermin membuat rakyat resah.”
Maka orang-orang pun memukul cermin itu. Pecahan kacanya berserakan. Tuan MOSI pergi tanpa membantah. Alun-alun kembali sunyi.
Namun, aneh: meski cermin sudah hancur, wajah pasar tidak berubah. Pintu tetap sempit. Tirai tetap tebal. Harga rumah tetap bisa dinaikkan di ruang belakang. Dan dana asing tetap pergi.
Hari-hari berlalu. Papan IHGS masih merah. Pedagang kecil mulai kehabisan modal. Beberapa tuan tanah pura-pura menangis di depan kamera, tetapi di balik tirai mereka tetap menghitung keuntungan.
Suatu sore, seorang nenek tua duduk di dekat pecahan cermin. Ia memungut satu keping kaca dan berkata kepada kerumunan:
“Anak-anakku, cermin tidak membuat wajahmu jelek. Cermin hanya menunjukkan wajahmu. Kalau kalian marah pada cermin, wajahmu tidak akan berubah. Yang harus kalian perbaiki adalah wajah itu sendiri.”
Alun-alun hening.
Sejak hari itu, beberapa orang mulai berani bertanya: Mengapa pintu rumah itu begitu sempit? Siapa yang bersembunyi di balik tirai? Mengapa penjaga aturan diam saja? Mengapa harga bisa naik tanpa alasan?
Tidak semua pertanyaan itu dijawab. Beberapa tuan tanah tetap menutup tirai. Pak Rahmat tetap membela diri.
Tetapi sedikit demi sedikit, orang-orang belajar satu hal:
Tuan MOSI hanyalah pembawa cermin. Yang membuat wajah pasar jelek adalah mereka yang tahu wajahnya jelek, tetapi memilih memecahkan cerminnya dan di kota Bursa, cerita itu terus diingat:
Jangan salahkan cermin. Perbaikilah wajah. Jangan salahkan pembawa kabar. Perbaikilah rumah.
— Tamat. 💚💙❤️
Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Saham Daily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.
Mau berlangganan Buletin, Circular, Database Saham Daily, dan mendapatkan Info Saham Terkini, serta gabung ke Sahamdaily Circle, klik link di bawah ini:
Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini
atau Whatsapp admin di 085737186163