IPO BACH – Group Djarum

PT Bach Multi Global Tbk (kode saham: BACH) resmi mengumumkan rencana IPO pada 22 Juni 2026. Perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Djarum ini diperkirakan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.

Detail Penawaran IPO

Jumlah Saham 615 juta saham baru (15,06% modal ditempatkan pasca-IPO)
Kisaran Harga Rp400 – Rp500 per saham
Target Dana Rp 246 miliar – Rp 307,5 miliar
Kapitalisasi Pasar Rp 1,63 triliun – Rp2,04 triliun (pasca-IPO)
Penjamin Emisi PT Erdikha Elit Sekuritas

Jadwal IPO Lengkap

Tahapan Tanggal
Masa Penawaran Awal (Bookbuilding) 22 – 24 Juni 2026
Tanggal Efektif dari OJK 29 Juni 2026
Masa Penawaran Umum 1 – 3 Juli 2026
Tanggal Penjatahan 3 Juli 2026
Distribusi Saham Elektronik 6 Juli 2026
Pencatatan di BEI 7 Juli 2026

Profil & Lini Usaha

Didirikan pada 2006,BACH bergerak di dua lini utama:

· Penjualan & Penyewaan Genset (agen tunggal merek Himoinsa asal Spanyol sejak 2008) serta merek internasional lainnya (Cummins, Perkins, Yanmar, dll.).
· Jasa Konstruksi & Pemeliharaan Infrastruktur Telekomunikasi, meliputi pembangunan menara BTS, jaringan fiber optik, dan FTTH.

BACH tergabung dalam ekosistem Sarana Menara Nusantara (SMN) — anak usaha Grup Djarum — sejak 2023.

Kinerja Keuangan (2025)

Metrik 2025
Pendapatan=>  Rp 1,73 triliun, Pertumbuhan YoY +39,5%
Laba Sebelum Pajak => Rp201,9 miliar, Pertumbuhan YoY +90,4%
Laba Bersih=>  Rp 155,55 miliar, Pertumbuhan YoY +98%

BACH juga memiliki riwayat pembagian dividen: Rp 129,1 miliar (2023) → Rp 17,7 miliar (2024) → Rp 50 miliar (2025).

Alokasi Dana IPO

· Rp 91,02 miliar → membayar sebagian utang jangka panjang ke PT Bank Permata Tbk.
· Rp 213,48 miliar → modal kerja, terutama pembelian genset untuk dijual/disewakan.

Prospek & Valuasi

· Pertumbuhan pasar genset Indonesia diproyeksikan dari US$ 679,5 juta (2024) menjadi US$ 1,76 miliar (2035).
· Permintaan infrastruktur telekomunikasi terus meningkat seiring rollout 4G/5G dan konsumsi data.
· Valuasi BACH termasuk paling murah di antara emiten Juli 2026, dengan rasio P/E 10,5–13,1x dan P/BV 2,1–2,4x.

Struktur Kepemilikan Pasca-IPO

PT Global Telekomunikasi Prima (entitas induk) berencana meningkatkan kepemilikannya menjadi 51% setelah pencatatan saham, berdasarkan opsi yang diungkapkan dalam prospektus.

OWNERSHIP

Pemilik utama (pengendali) PT Bach Multi Global Tbk (BACH) adalah Grup Djarum melalui jalur kepemilikan bertingkat, dengan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) yaitu Martin Basuki Hartono dan Victor Rachmat Hartono.

Berikut struktur kepemilikannya secara berjenjang:

· PT Global Telekomunikasi Prima (GTP): Akan menjadi pemegang saham pengendali (51%) pasca-IPO. GTP adalah anak usaha dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).
· PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR): Emiten infrastruktur telekomunikasi yang merupakan bagian dari ekosistem Grup Djarum.
· Keluarga Hartono (Grup Djarum): Pemilik ultimat di balik TOWR dan seluruh rantai kepemilikan BACH.

Struktur Pra-IPO dan Perubahan Pasca-IPO:

· Pra-IPO: Pemegang saham utama adalah PT Bach Multi Sukses Investama (BMSI) (61,55%) dan GTP (30%).
· Pasca-IPO: GTP akan mengeksekusi opsi untuk membeli saham BMSI, sehingga kepemilikannya naik menjadi 51% dan resmi menjadi pemegang saham pengendali.

Kesimpulan

IPO BACH menawarkan valuasi yang relatif terjangkau (P/E ~10-13x) dengan prospek bisnis yang didukung pertumbuhan pendapatan dan laba solid di dua sektor infrastruktur strategis. Namun, investor tetap perlu mencermati rasio utang, rencana pembelian genset sebagai modal kerja, serta rencana penambahan saham oleh pengendali pasca-IPO.

Disclaimer: Ini bukan rekomendasi beli atau jual. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163

Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *