Tender Proyek Waste-to-Energy

Tender pertama proyek Waste-to-Energy (WtE) oleh Danantara Indonesia.

Berikut  ringkasan poin-poin utamanya:

Timeline & Status Terkini

1. Dimulai: 6 November 2025.
2. Pengumuman Pemenang: Akhir Januari 2026.
3. Penandatanganan Perjanjian: Rencana finalisasi joint venture dan Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN pada akhir Februari 2026.

4. Model Kemitraan: Konsorsium antara 24 perusahaan penyedia teknologi asing dengan mitra lokal (BUMN, BUMD, atau swasta)

5. Hasil akhir pemenang tender direncanakan diumumkan pada kuartal pertama tahun 2026 (Januari-Maret 2026). Setelah itu, pembangunan fisik atau groundbreaking ditargetkan dapat dimulai pada Maret/April 2026.

Tujuan Utama Program

Program ini dibuat untuk menyelesaikan isu darurat sampah yang dianggap lebih penting daripada tujuan menghasilkan energi. Baru setelah masalah sampah teratasi, optimalisasi energi akan ditingkatkan.

Lokasi Proyek:

Kesepakatan terbaru dan pengamatan lapangan menyebut ada 4 kota yang paling siap, dan menjadi fokus utama yaitu Bogor, Bekasi, Denpasar, Yogyakarta. Sedangkan Semarang, Tangerang dan Bandung masih dalam proses peninjauan kesiapan lahan dan infrastruktur. Kriteria kesiapan meliputi ketersediaan lahan minimal 5 hektare dan kapasitas sampah di atas 1.000 ton per hari. · Target jangka panjang hingga 33-34 kota di seluruh Indonesia yang memiliki timbunan sampah di atas 1.000 ton per hari.

Peserta Tender dan Struktur Konsorsium

Tender ini melibatkan kerja sama antara penyedia teknologi internasional dan mitra lokal.

Daftar Penyedia Terseleksi (DPT)
Sebanyak 24 perusahaan teknologi global telah lolos DPT. Mayoritas berasal dari Tiongkok, Jepang, dan Eropa. Perusahaan yang lolos antara lain:

Perusahaan dari Tiongkok:

· China Everbright Environment Group Limited
· Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd
· China TianYing Inc
· Wangneng Environment Co., Ltd
· Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd
· Grandblue Environment Co., Ltd
· PT Jinjiang Environment Indonesia
· Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd
· PT MCC Technology Indonesia (MCC)
· GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd.
· China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP)
· SUS Indonesia Holding Limited
· Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd
· CEVIA Enviro Inc.
· China Conch Venture Holding Limited
· Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co.,Ltd. (CSET)
· Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd
· Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc
· Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd
· QiaoYin City Management Co., Ltd

Perusahaan dari Jepang:

· Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering
· ITOCHU Corporation
· Kanadevia Corporation

Perusahaan dari Eropa

· Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Prancis)

Aturan Konsorsium
Ke-24 perusahaan tersebut diwajibkan untuk membentuk konsorsium dengan mitra lokal Indonesia, baik swasta, BUMN, maupun BUMD, sebelum mengajukan penawaran akhir.

Skema Bisnis & Pendanaan

Skema kerjasama dan pendanaan proyek ini memiliki karakteristik berikut:

· Kepemilikan Proyek: Danantara akan berperan sebagai investor ekuitas, dengan rencana menyediakan sekitar 30% pendanaan ekuitas (sekitar Rp 750- 950 miliar per proyek) yang bersumber dari Patriot Bond. Sisanya akan dibiayai dari pinjaman bank.
· Model Konsorsium: Setiap perusahaan dari daftar 24 DPT diwajibkan untuk mencari mitra lokal (swasta, BUMN, BUMD) dan membentuk konsorsium joint venture untuk mengikuti tender di masing-masing kota.
· Nilai Investasi: Setiap proyek diperkirakan membutuhkan investasi antara Rp 2,5 – Rp 3,2 triliun, dengan total investasi tahap pertama sekitar Rp 21 triliun.
· Off-taker Listrik: PT PLN (Persero) akan membeli listrik yang dihasilkan oleh setiap pembangkit. Tarif listrik USD 0.20 per kWh berdasarkan feed-in tariff tetap dari Pemerintah dalam jangka waktu 30 tahun.

· Fleksibilitas Teknologi: Teknologi yang digunakan harus bisa mengolah sampah baru dan sampah lama dari landfill (seperti Bantar Gebang) tanpa memerlukan proses pemilahan awal yang rumit.

Perkembangan Konsorsium Emiten Lokal

Sejumlah emiten lokal telah secara aktif membentuk konsorsium untuk berpartisipasi dalam tender ini.

· SOFA (PT Boston Furniture Industries Tbk): Melalui anak usahanya PT Parivarta Energi Nusantara, SOFA telah membentuk konsorsium dengan Hunan Construction Engineering Group Co. (China) dan Kintan Usahasana Sdn. Bhd. (Malaysia) untuk mengikuti tender.
· IMPC (PT Impack Pratama Industri Tbk): Melalui anak usaha PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), menjajaki kerja sama dengan PT CCEPC Indonesia (perusahaan rekayasa internasional) untuk proyek WtE di Bali.
· OASA (PT Maharaksa Biru Energi Tbk): Telah mengonfirmasi partisipasi dalam lelang Danantara dan tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan asal China yang juga termasuk dalam DPT yaitu Grandblue Environment Co. Ltd.

Emiten Lain yang Aktif di Sektor WtE
Saham-saham lain seperti BIPI, MHKI, dan TOBA juga mendapat sorotan pasar terkait sentimen proyek WtE ini. TOBA disebutkan masih mengkaji peluang partisipasinya dan lebih fokus pada proyek pengelolaan sampah yang sudah ada saat ini.

Jadwal Pengumuman dan Tahap Selanjutnya

Pengumuman Pemenang diperkirakan akan diumumkan pada akhir Januari 2026. Batch kedua tender diperkirakan akan dibuka pada pertengahan Januari 2026. Oleh karena itu, masih terbuka peluang bagi perusahaan lain untuk bergabung pada tahap selanjutnya.

Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Saham Daily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.

Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163

Langganan Database Sahamdaily & Info Saham Terkini

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *