Ilustrasi Rasio Fundamental Saham

Anda ingin mendirikan Coffee Shop dengan Brand “YUKNGOPI” butuh modal Rp 10.000.000. Anda hanya punya dana Rp 1.000.000. Lalu Anda mengajak teman-teman Anda untuk bergabung Mendirikan Bisnis YUKNGOPI sehingga terkumpul dana Rp 10.000.000.

Dana 10 Juta inilah yang kita sebut dengan Modal atau Equity.

Modal Rp 10 Juta dipecah menjadi 2.000 lembar saham. 1 saham = Rp 5.000 (Rp 10 juta : 2000 lembar saham)

Tahun 1:

Penjualan Rp 20.000.000

Biaya-biaya Rp 14.000.000

Laba Rp 6.000.000 (Rp 20 juta-14 juta)

Laba : Modal = ROE (%)

RP 6.000.000 : Rp 10.000.000 = 60% = ROE

Semakin Tinggi ROE semakin Baik.

Saat ini Modal YUKNGOPI menjadi Rp 16.000.000 (Modal Awal 10 Juta + Laba RP 6 juta)

Laba Rp 6 juta dicatat sebagai Modal (Equity) di Neraca (Balance Sheet) disebut sebagai Laba Ditahan (Retained Earning). Jika ada Pembagian Dividen, dana Dividen diambil dari Laba Ditahan.

Dengan Modal saat ini Rp 16 juta, jumlah lembar saham masih sama yaitu 2.000 lembar saham. Rp 16.000.000 : 2.000 lembar saham = Rp 8.000 per lembar saham.

Awalnya Modal Rp 10 juta, dengan jumlah lembar saham 2.000, harga saham Rp 5.000 per lembar saham.

Saat ini Modal Rp 16 juta, dengan jumlah lembar saham 2.000, harga saham menjadi Rp 8.000 per lembar saham.

Jadi ada peningkatan nilai buku sebesar 60% dari 5.000 ke 8.000 atau biasa disebut dengan Net Book Value (NBV) atau NBV Per Share = Nilai Buku Per Saham.

Jika seluruh kekayaan perusahaan dijual serta seluruh hutang dilunasi maka jika masih ada dana yang tersisa, nilai sisa itulah yang akan menjadi milik pemegang saham.

NBV per share ini menunjukkan nilai yang diperoleh pemegang saham untuk setiap lembar saham yang dimilikinya.

Setelah 5 tahun berjalan, Usaha Coffe Shop “YUKNGOPI” kinerja Laba makin meningkat:

Tahun 1: Rp 6.000.000

Tahun 2: Rp 9.000.000

Tahun 3: Rp 12.000.000

Tahun 4: Rp 15.000.000

Tahun 5: Rp 18.000.000

Akumulasi Laba selama 5 tahun = Rp 60.000.000 (6 juta + 9 juta + 12 juta + 15 juta + 18 juta)

Dari modal awal Rp 10.000.000, saat ini modal menjadi Rp 70.000.000 (10 juta + 60 juta). Jumlah lembar saham masih tetap sama yaitu 2.000 lembar saham.

NBV Menjadi Rp 35.000 ( Rp 70 juta : 2.000)

NBV mula-mula Rp 5.000 menjadi Rp 35.000 atau 600%

Karena banyaknya permintaan, maka butuh dana untuk membuka cabang Coffe Shop YUKNGOPI dan diputuskan untuk GO-PUBLIC.

Saham YUKNGOPI yang semula 2.000 lembar saham berubah menjadi Rp 3.000 lembar saham.

Jadi 1.000 lembar saham merupakan tambahan saham baru yang dijual melalui Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek dengan harga Rp 50.000 per lembar saham.

Jadi jika ada yang ingin memiliki saham YUKNGOPI (dengan kode Emiten YKOP) harus bayar Rp. 50.000 per lembar saham. Lebih mahal dibandingkan dengan harga yang dibayar para pendiri YKOP yaitu hanya Rp 5.000 per lembar saham.

Harga IPO juga lebih tinggi dari NBV per saham sebelum IPO yaitu Rp 35.000 per lembar saham.

Kinerja cemerlang YKOP selama 5 tahun diterjemahkan dalam kemampuan perusahaan untuk bisa menjual saham IPO dengan harga Premium Rp 50.000 per lembar saham.

Dijualnya Saham YKOP sebanyak 1.000 lembar dengan Harga Rp 50.000 per lembar saham menghasilkan Dana Tambahan Modal sebesar Rp 50.000.000 (Rp 50.000 x 1.000), sehingga mdal baru ditambahkan dengan modal sebelum IPO menjadi Rp 120.000.000 (70 juta + 50 juta).

Jadi Modal saat ini menjadi Rp 120 juta dengan Jumlah Lembar Saham 3.000 maka setelah IPO saham YKOP NBV / Lembar menjadi Rp 40.000 (120 juta : 3.000)

ROE Sebelumnya 60% (tahun Pertama) maka dengan Modal saat ini Rp 120 juta, YUKNGOPI bisa menghasilkan laba sebesar?

Estimasi Laba YUKNGOPI Rp 72.000.000 (60% x Rp 120 juta)

Laba ini dibagi dengan 3.000 lembar saham = Rp 24.000 per lembar saham (72 juta : 3.000) atau biasa disebut dengan Earning Per Share (EPS)

Dengan estimasi EPS Rp 24.000 & Harga Saham saat IPO Rp 50.000 dapat dihitung Harga IPO itu 2.08 x dari perkiraan EPS-nya (50.000 : 24.000)

2.08 x disebut Price Earning Ratio (PER).

PER ini membandingkan Investasi (Harga saham) dengan Laba Per Saham (EPS)

Angka PER menunjukkan jumlah Tahun yang diperlukan Investor untuk mendapatkan kembali investasi dari bagian laba yang menjadi Hak-nya.

PER 2.08 X (Dibulatkan menjadi 2 x) artinya dibutuhkan 2 TAHUN untuk bisa mengembalikan dana pokok investasi dari laba yang dihasilkan Perusahaan.

Semakin Rendah PER Semakin cepat potensi Pengembalian Investasi.

Jika Anda ingin bergabung Menjadi Premium Member Sahamdaily, klik link dibawah ini:

4 thoughts on “Ilustrasi Rasio Fundamental Saham”

Leave a Comment

Your email address will not be published.