Kenaikan Return on Assets (ROA) Danantara sebesar 300% adalah pencapaian signifikan yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada peringatan satu tahun Danantara, 11 Maret 2026. Ini menunjukkan efektivitas konsolidasi BUMN di bawah satu manajemen.
Memahami Lonjakan 300%
Kenaikan ini bukan berarti laba 3x lipat dari total aset, melainkan peningkatan efisiensi dan profitabilitas portofolio BUMN. Keberhasilan ini berkat strategi:
Konsolidasi Manajemen: Penyatuan lebih dari 1.000 entitas di bawah satu kendali untuk pengambilan keputusan lebih cepat.
Restrukturisasi & Efisiensi: Penyederhanaan jumlah perusahaan dan suntikan modal hanya untuk bisnis dengan model jelas.
Tata Kelola (Governance Reset): Evaluasi akuntansi dan manajemen risiko agar laporan keuangan lebih akurat.
Lonjakan 300% dianggap sebagai fondasi awal. Pemerintah telah menetapkan target yang lebih menantang:
· Target Jangka Pendek: ROA minimal 5% , setor US$ 50 miliar (Rp 800 triliun) ke negara per tahun
· Target Jangka Panjang: ROA 10-15%, sejalan standar perusahaan kelolaan baik
· Ekspansi Aset: Kelola aset dari US$ 900 miliar menjadi US$ 2,7 triliun pada 2030.
Kinerja ini juga terlihat dari target laba bersih BUMN Rp 350 triliun di 2026, naik dari Rp 280 triliun-285 triliun di 2025, didorong transformasi dan efisiensi berkelanjutan.
ASET KELOLAAN DANANTARA
Danantara saat ini mengelola aset senilai US$ 900 miliar. Dalam rupiah, nilai ini setara dengan sekitar Rp 15.249 triliun. Jumlah ini merupakan konsolidasi aset dari perusahaan-perusahaan BUMN yang berada di bawah naungan Danantara. Dengan nilai tersebut, Danantara masuk jajaran lembaga investasi pemerintah (sovereign wealth fund) terbesar di dunia.
Pemerintah memiliki target ambisius untuk melipatgandakan nilai aset kelolaan menjadi US$ 2,7 triliun pada tahun 2030.
Untuk mencapai target tersebut, Danantara akan fokus pada penciptaan nilai tambah (value creation) melalui berbagai cara. Strategi utamanya adalah merampingkan jumlah entitas BUMN dari 1.068 perusahaan menjadi sekitar 221 entitas dalam 3-4 tahun ke depan melalui merger dan konsolidasi demi efisiensi dan daya saing yang lebih baik.
LABA BERSIH DANANTARA
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, total laba bersih BUMN pada tahun 2025 mencapai Rp 332 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, sekitar empat kali lipat, dari laba bersih tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 89 triliun. Kenaikan drastis ini disebut-sebut sebagai hasil dari reformasi tata kelola, penguatan manajemen, dan optimalisasi strategi bisnis BUMN di bawah koordinasi Danantara. Sebagai perbandingan, beberapa bank BUMN besar (Himbara) sempat mencatatkan penurunan laba secara tahunan (year-on-year) pada periode kuartal III-2025. Meskipun begitu, laba konsolidasi seluruh BUMN tetap berhasil mencapai angka Rp 332 triliun untuk tahun penuh 2025, menunjukkan kontribusi positif dari sektor BUMN lainnya.
RETURN ON ASSET DANANTARA
Untuk menghitung Return on Assets (ROA), kita memerlukan dua komponen utama:
1. Laba Bersih (Net Income)
2. Total Aset (Total Assets)
Rumus dasarnya adalah:
ROA = (Laba Bersih / Total Aset) x 100%
Kita hitung dengan dua skenario berdasarkan data yang ada.
Skenario 1: Menggunakan Data Konsolidasi BUMN
· Laba Bersih (2025): Rp 332 triliun
· Total Aset BUMN (per April 2025): US$ 982 miliar.
Pertama, konversi Aset ke Rupiah:
· Kurs: Rp 16.994/US$ (13 Maret 2026).
· Total Aset (Rp) = US$ 982 miliar x Rp 16.994
· Total Aset (Rp) = Rp 16.639 triliun
Kedua, hitung ROA:
· ROA = (Rp 332 triliun / Rp 16.639 triliun) x 100%
· ROA = 2%
Angka ROA ini 2% adalah wajar untuk entitas sebesar Danantara, mengingat asetnya sangat besar dan banyak di antaranya bergerak di sektor infrastruktur dan energi yang padat modal dengan marjin relatif stabil.
Skenario 2: Menggunakan Data Aset Danantara (US$ 900 Miliar)
Jika kita hanya menghitung aset yang dikelola langsung oleh Danantara (US$ 900 miliar) dengan asumsi laba yang dihasilkan dari portofolio inti tersebut adalah sama (Rp 332 triliun), maka:
· Total Aset (Rp) = US$ 900 miliar x Rp 16.994 = Rp 15.249 triliun.
· ROA = (Rp 332 triliun / Rp 15.249 triliun) x 100%
· ROA = 2,18%
Dari kedua perhitungan di atas, estimasi ROA BUMN / Danantara untuk tahun 2025 berada di kisaran 2% hingga 2,18%.
Kenapa ROA 2% Itu Masuk Akal?
1. Skala Raksasa: Danantara mengelola aset sangat besar (Rp 15.000 triliun+). Perusahaan sebesar ini biasanya memang memiliki ROA yang relatif rendah karena banyak aset strategis (jalan tol, pembangkit listrik) yang tidak dirancang untuk untung besar, tapi untuk stabilitas jangka panjang.
2. Komposisi Aset: Banyak aset BUMN berada di sektor padat modal seperti infrastruktur, perbankan, dan energi. Sektor-sektor ini umumnya memiliki ROA di kisaran 1,5%–3%.
3. Efisiensi Mulai Terlihat: Lonjakan laba dari Rp 89 T ke Rp 332 T menunjukkan bahwa meskipun asetnya sangat besar, manajemen Danantara mulai bisa memeras hasil yang lebih optimal dari aset-aset tersebut.
Perbandingan Kasar (Industri)
· Bank Besar: ROA bank biasanya di kisaran 2%–3% (itu sudah dianggap sehat).
· Perusahaan Teknologi / Startup: Bisa mencapai 10%–20% , tapi asetnya kecil (lebih banyak aset intelektual).
· Perusahaan Infrastruktur / Tambang: ROA di kisaran 4%–8% tergantung harga komoditas.
Dengan aset senilai Rp 16.000 triliun, mencapai ROA 2% berarti laba bersih Rp 320 triliun — persis seperti yang terjadi di tahun 2025.
Apakah ini sesuai dengan klaim “naik 300%”?
Secara matematis, YA. Jika laba bersih naik dari Rp 89 triliun (2024) menjadi Rp 332 triliun (2025), itu adalah lonjakan 273% (mendekati 300%). Kenaikan laba yang drastis inilah yang secara proporsional mendongkrak ROA, meskipun aset juga ikut bertumbuh.
Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Saham Daily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.
Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163
Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini