Strategi utama OASA (PT Maharaksa Biru Energi Tbk) dalam bisnis Waste-to-Energy (WtE) adalah “bermain di dua lapangan” dengan fokus jangka panjang. Perusahaan tidak hanya mengikuti tender proyek nasional dari Danantara, tetapi juga secara mandiri mengembangkan proyek inti sendiri dan menguntungkan.
Untuk melihat perbedaannya dengan jelas, berikut ringkasan dua pilar utama strategi OASA:
Proyek Mandiri OASA (Kepemilikan Utama)
Nama Proyek: PSEL Tangerang Selatan (Proyek Inti)
Kemitraan: PT Indoplas Energi Hijau (76%) & China Tianying Inc (24%)
Status: Sudah memenangkan tender, dalam tahap persiapan pembangunan.
Kapasitas & Investasi: 1,100 ton sampah/hari, listrik 19.62 MW. Investasi Rp 2.6 Triliun.
Target Operasi Penuh: 2029
Potensi Kontribusi Laba ke OASA: Diperkirakan sekitar Rp 337 miliar/tahun saat beroperasi penuh.
Proyek Mandiri OASA (Kepemilikan Minoritas)
Nama Proyek: PSEL Jakarta Barat
Kemitraan: Konsorsium bersama WIKA dan Jakpro.
Status: Sudah memenangkan tender.
Kapasitas & Investasi: 2,000 ton sampah/hari. Capex Rp 6.56 Triliun.
Target Operasi Penuh: 2029
Potensi Kontribusi Laba ke OASA: Laba usaha akan dicatat sebagai bagian kepemilikan minoritas.
Tender Proyek WtE Nasional Danantara
Target Tender: Mengikuti tender di Bogor Raya & Denpasar Raya.
Kemitraan: Bermitra dengan Grandblue Environment Co., Ltd. (BUMN China).
Status: Menunggu pengumuman pemenang tender akhir Januari 2026.
Kapasitas: Sesuai standar Danantara (minimum 1,000 ton/hari per proyek).
Target Operasi: Ditargetkan rampung dan beroperasi selambatnya April 2026.
Potensi Kontribusi: Bergantung hasil tender & negosiasi struktur kepemilikan proyek dengan Danantara.
Analisis dan Pertimbangan Investor
Strategi ini memiliki keunggulan sekaligus tantangan:
1. Strategi “Dua Kaki” dengan Fokus Jelas:
OASA tidak “memasukkan semua telur dalam satu keranjang” Danantara. Proyek mandiri, khususnya PSEL Tangerang Selatan dengan kepemilikan mayoritas (76%), adalah aset utama yang diharapkan menjadi penyumbang laba signifikan mulai 2029. Hal ini memberikan cadangan pendapatan jangka panjang terlepas dari hasil tender Danantara.
2. Timeline dan Risiko Jangka Panjang:
Waktu Tunggu Lama: Dampak finansial dari proyek mandiri baru akan terasa signifikan sekitar 2-3 tahun lagi (2029).
Risiko Proyek: Selama masa pembangunan, terdapat risiko keterlambatan, tantangan pendanaan, atau masalah teknis yang dapat memengaruhi timeline dan biaya.
Kinerja Saat Ini: Hingga kuartal III 2025, mayoritas pendapatan OASA masih berasal dari jasa konstruksi dan woodchip, bukan dari energi terbarukan.
3. Kinerja Saham vs Fundamental:
Saham OASA telah mengalami kenaikan tajam (contoh: +71% dari Oktober 2025 hingga awal Januari 2026) didorong sentimen proyek WtE. Investor perlu mencermati bahwa kenaikan ini telah terjadi sebelum realisasi pendapatan dari proyek inti, sehingga perlu diwaspadai volatilitasnya.
Kesimpulan
Strategi OASA terlihat lebih matang karena memiliki peta jalan jangka panjang yang jelas dengan proyek mandiri sebagai tulang punggung utama. Namun, kesuksesan strategi ini sangat bergantung pada eksekusi proyek yang masih jauh di depan (2029). PSEL Tangerang Selatan diproyeksikan menjadi sumber pendapatan dan laba utama bagi OASA mulai tahun 2029, dengan estimasi pengembalian investasi sekitar 5 tahun. Proyek ini terpisah dari skema Waste-to-Energy (WtE) Danantara yang sedang ditenderkan.
Berikut proyeksi keuangan dan rencana pendanaan utama proyek Tangerang Selatan:
Proyeksi Keuangan Operasional Penuh (per 2029)
Data Proyek Dasar
Kapasitas Olah Sampah: 1,100 ton per hari
Kapasitas Listrik: 19.62 MW
Nilai Investasi Total: Rp 2.3 – 2.6 Triliun
Kepemilikan OASA: 76%
Proyeksi Pendapatan & Laba Tahunan
Potensi Pendapatan Kotor Tahunan: sekitar Rp 559 Miliar
Potensi Laba Usaha Tahunan: sekitar Rp 444 Miliar
Estimasi Kontribusi Laba ke OASA (76%): Rp 337 Miliar per tahun
Analisis Proyeksi
Masa Pengembalian Modal: Sekitar 5 tahun, dengan asumsi laba tahunan Rp 444 miliar dan modal Rp 2.3 triliun.
Timeline Realisasi: Proyeksi baru akan terealisasi penuh di 2029. Ada periode konstruksi 2-3 tahun dengan risiko keterlambatan.
Perbandingan: Kontribusi laba proyeksi ini sangat signifikan dibandingkan kinerja OASA saat ini. Untuk konteks, hingga kuartal III-2025, total pendapatan OASA sekitar Rp 30.6 miliar dan masih merugi.
Rencana Tahunan Investasi (Capex) 2026
Untuk mencapai target 2029, alokasi belanja modal (capex) akan meningkat signifikan mulai tahun ini:
Capex 2025: Sangat kecil, di bawah Rp 500 juta.
Rencana Capex 2026: > Rp 100 Miliar, akan digunakan untuk persiapan lahan, perizinan, dan studi kelayakan proyek Tangerang Selatan.
Puncak Capex: Tahap konstruksi paling masif diperkirakan terjadi pada 2027, sebagai bagian dari total investasi proyek di atas Rp 8 triliun (termasuk proyek Jakarta Barat).
Sumber Pendanaan: Dana untuk capex besar ini direncanakan berasal dari skema kemitraan dengan mitra strategis.
Catatan Penting dan Risiko
Proyeksi ini berdasarkan perhitungan kasar dengan asumsi operasional optimal dan dapat berubah. Beberapa faktor risiko utama meliputi:
1. Risiko Pendanaan dan Keterlambatan: Eksekusi proyek skala triliunan rupiah rentan terhadap hambatan pendanaan dan molor dari jadwal, yang dapat menggeser timeline penerimaan pendapatan.
2. Kinerja Saat Ini vs. Valuasi Saham: Meski dampak finansial masih 2-3 tahun lagi, sentimen positif telah mendorong kenaikan harga saham OASA signifikan (misalnya +71% dalam periode Oktober 2025 hingga Januari 2026). Investor perlu mencermati bahwa kenaikan ini terjadi jauh sebelum realisasi laba.
3. Status Regulasi Proyek: Proyek ini dimenangkan di bawah Perpres 35/2018. Peralihan ke skema baru di bawah Perpres 109/2025 yang melibatkan Danantara sempat menimbulkan ketidakpastian, namun laporan terkini (Nov 2025) menunjukkan proyek siap dimulai dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan pusat.
Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Saham Daily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.
Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163