Pasar saham Vietnam tengah menjadi sorotan menjelang peningkatan statusnya dari Frontier Market menjadi Secondary Emerging Market oleh FTSE Russell, yang efektif berlaku 21 September 2026. Perubahan klasifikasi ini diperkirakan akan membuka keran aliran modal asing dalam jumlah besar. Status baru ini menaikkan bobot Vietnam dalam FTSE Emerging All Cap Index dari 0,329% menjadi 0,49% (naik hampir 50%). FTSE telah mengidentifikasi 27 saham Vietnam yang memenuhi syarat masuk indeks, termasuk Vingroup, FPT, dan Hoa Phat Group. SSI Research memperkirakan arus dana ETF tahap awal akan banyak masuk ke VPBank, Vinhomes, FPT, dan Hoa Phat.
FTSE Russell memperkirakan aliran modal masuk mencapai US$ 6 miliar (sekitar Rp 106,87 triliun). Vanguard berencana menginvestasikan US$ 2,5 miliar ke pasar Vietnam dalam beberapa tahun ke depan, dan angka ini bisa meningkat signifikan setelah dana aktif mulai mengalokasikan modal.
Minat asing sudah terlihat pulih: investor luar negeri mencatat pembelian bersih US$ 104 juta di HOSE pada pekan 14–18 September 2026. Meski secara tahun berjalan masih mencatat penjualan bersih sekitar US$ 3,5 miliar, tren ini menunjukkan pembalikan arah. Konferensi di Hanoi juga dihadiri perwakilan Vanguard dan BlackRock, menandakan besarnya minat komunitas investasi global.
Tantangan & Catatan
Pasar Vietnam masih relatif murah dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat, namun kinerja VN-Index baru naik sekitar 1,4% sepanjang tahun ini, tertinggal dari Thailand (+24%) dan Singapura (+21%). Transisi ini akan berlangsung dalam empat tahap hingga 2027, sehingga dampak penuh arus masuk modal akan terasa secara bertahap. Singkatnya, upgrade FTSE Russell menjadi katalis besar yang secara struktural mengubah posisi Vietnam di mata investor global, dengan Vanguard dan dana indeks lainnya menjadi motor utama arus masuk awal.
Peningkatan status Vietnam menjadi Secondary Emerging Market oleh FTSE Russell berdampak signifikan bagi IHSG, terutama melalui persaingan perebutan dana asing dan potensi pergeseran bobot indeks. Dampaknya bisa positif maupun negatif tergantung pada respons pasar modal Indonesia.
Risiko Tekanan pada IHSG
Persaingan Dana Asing: Vietnam dan Indonesia sama-sama berada di kategori emerging market. Masuknya Vietnam berpotensi meningkatkan persaingan perebutan dana asing, karena manajer investasi global harus menambah porsi saham Vietnam dan berpotensi mengurangi alokasi ke negara lain.
Bobot Indeks Berpotensi Tergerus: Bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets berpotensi tergerus jika Vietnam resmi masuk, yang dapat mengurangi eksposur investor global terhadap pasar saham domestik.
Risiko Relokasi Dana: Ada risiko relokasi dana ke emerging market lain seperti India atau Vietnam, terutama saat sentimen terhadap Indonesia sedang lemah.
Peluang dan Faktor Peredam
Katalis Korea Selatan: Jika Korea Selatan naik kelas dari emerging market ke developed market, bobotnya yang mencapai 18,69% di indeks MSCI Emerging Markets akan keluar dan berpotensi dibagikan ke negara lain, termasuk Indonesia. Dampak positif ini dinilai lebih besar dibandingkan dampak negatif dari masuknya Vietnam.
Perbaikan Fundamental: Indonesia perlu mempercepat reformasi struktural, seperti implementasi T+1 settlement dan perluasan insentif, agar tetap kompetitif dan menarik bagi investor institusi global.
Singkatnya, dampak terhadap IHSG akan sangat bergantung pada kecepatan reformasi pasar modal Indonesia dan bagaimana investor global mengalokasikan dana di antara negara-negara emerging market yang tersedia.

Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Saham Daily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.
Mau berlangganan Buletin, Circular, Database Saham Daily, dan mendapatkan Info Saham Terkini, serta gabung ke Sahamdaily Circle, klik link di bawah ini:
Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini
atau Whatsapp admin di 085737186163