Potensi Saham MDKA

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menunjukkan potensi yang sangat besar di sektor pertambangan dan mineral, terutama didorong oleh strategi diversifikasi yang ambisius ke dalam industri hilir, khususnya bahan baku baterai kendaraan listrik. Potensi MDKA dapat dijelaskan melalui beberapa poin utama berikut:
​1. Portofolio Proyek Tambang Kelas Dunia
​MDKA memiliki beberapa proyek tambang yang masif dan berjangka panjang, menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan.

​Proyek Tambang Emas Tujuh Bukit (Banyuwangi):
Ini adalah aset utama MDKA yang telah beroperasi. Potensi besarnya tidak hanya pada tambang emas terbuka, tetapi juga pada cadangan tembaga dan emas porfiri (bawah tanah) yang diperkirakan sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Studi kelayakan dan pengembangan tambang bawah tanah ini akan menjadi pendorong pertumbuhan jangka panjang.

​Proyek Tambang Emas Pani (Gorontalo):
Proyek ini digadang-gadang akan menjadi salah satu tambang emas terbesar di Asia Tenggara. MDKA menargetkan proyek ini mulai berproduksi pada awal tahun 2026. Dengan cadangan yang sangat besar, proyek Pani berpotensi meningkatkan kapasitas produksi emas MDKA secara signifikan dan menjadi kontributor pendapatan utama.

​Proyek Tambang Tembaga Wetar: Proyek ini merupakan aset tembaga penting yang terus menyumbang pendapatan bagi perusahaan.

​2. Diversifikasi Strategis ke Industri Hilir Nikel (Merdeka Battery Materials – MBMA)
​Ini adalah potensi terbesar dan paling strategis yang dilakukan oleh MDKA. Melalui anak perusahaannya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), MDKA bertransformasi dari sekadar perusahaan tambang menjadi pemain kunci dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
​Integrasi Vertikal:
MDKA tidak hanya menambang nikel, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang dibutuhkan untuk baterai. Ini mencakup produksi nickel matte dan mixed hydroxide precipitate (MHP).

​Proyek AIM (Acid, Iron, Metal):
Proyek ini merupakan fasilitas pengolahan modern yang memproses bijih pirit untuk menghasilkan asam dan uap. Produk ini kemudian digunakan di pabrik pengolahan nikel dan kobalt (HPAL).

​Proyek HPAL (High-Pressure Acid Leach): MBMA sedang membangun pabrik HPAL untuk mengekstrak nikel dan kobalt dari bijih nikel limonit, yang merupakan bahan baku utama untuk prekursor baterai.

​Posisi di Rantai Pasok Global: Dengan fokus pada hilirisasi nikel, MDKA menempatkan dirinya untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat terhadap nikel dan mineral baterai lainnya, yang didorong oleh transisi energi dan pertumbuhan industri kendaraan listrik.

​3. Keunggulan Kompetitif dan Faktor Pendukung
​Cadangan Mineral yang Besar:
MDKA memiliki konsesi tambang dengan cadangan sumber daya yang terbukti sangat besar, memberikan jaminan operasional untuk jangka waktu yang sangat panjang.

​Dukungan Industri dan Pemerintah:
Strategi hilirisasi MDKA sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk menambah nilai komoditas dalam negeri, yang berpotensi mendapatkan dukungan regulasi dan insentif.

​Kinerja Keuangan:
Meskipun menghadapi fluktuasi harga komoditas, perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang kuat, terutama didorong oleh harga emas yang tinggi pada awal 2025. Perusahaan juga berfokus pada efisiensi operasional.

Potensi PT Merdeka Copper Gold Tbk tidak hanya terletak pada cadangan mineralnya yang masif, tetapi juga pada visinya untuk menjadi perusahaan pertambangan dan teknologi mineral yang terdiversifikasi. Dengan mengembangkan proyek-proyek emas dan tembaga berskala besar dan secara agresif berekspansi ke industri hilir nikel, MDKA memposisikan dirinya sebagai pemain kunci dalam ekonomi hijau masa depan.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) telah melakukan serangkaian ekspansi dan akuisisi yang agresif dan strategis, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor pertambangan dan, yang paling penting, untuk berekspansi ke dalam industri hilir yang terintegrasi secara vertikal, khususnya di sektor nikel dan bahan baku baterai.
​Berikut adalah beberapa ekspansi dan akuisisi kunci yang dilakukan oleh MDKA:
​1. Akuisisi dan Pengembangan Proyek Emas Pani
​Akuisisi PT Andalan Bersama Investama:
Pada tahun 2022, MDKA mengakuisisi PT Andalan Bersama Investama senilai sekitar Rp 1,1 triliun. Akuisisi ini memberikan MDKA kendali atas Kontrak Karya (KK) Pani, yang menjadi fondasi untuk pengembangan Proyek Emas Pani.

​Ekspansi Proyek:
Proyek Emas Pani di Gorontalo, Sulawesi Utara, digadang-gadang akan menjadi salah satu tambang emas terbesar di Indonesia. MDKA telah melakukan studi kelayakan dan memperkirakan operasi penambangan heap leach akan dimulai pada kuartal IV 2025 dengan produksi emas pertama pada kuartal I 2026. Proyek ini diharapkan dapat memproduksi sekitar 80.000 ons emas pada tahun 2026.

​2. Ekspansi dan Diversifikasi ke Industri Nikel
​Ini adalah langkah strategis terbesar MDKA, yang dilakukan melalui entitas anak perusahaannya, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
​Akuisisi Aset Nikel: MDKA melakukan dua akuisisi signifikan pada tahun 2022:
​PT Hamparan Logistik Nusantara: Akuisisi ini memberi MDKA akses ke aset tambang nikel dengan cadangan bijih nikel yang sangat besar, salah satu yang terbesar di dunia.

​Aset Smelter Nikel: MDKA juga mengakuisisi aset smelter nikel yang sudah beroperasi.

​Proyek Smelter Nikel: MBMA telah aktif dalam membangun dan mengoperasikan fasilitas pemrosesan nikel hilir:

​Pabrik HPAL (High-Pressure Acid Leach):
MBMA mengembangkan pabrik HPAL untuk mengolah bijih nikel limonit menjadi produk mixed hydroxide precipitate (MHP), bahan baku penting untuk baterai.

​Pabrik AIM (Acid, Iron, Metal):
Proyek ini berlokasi di Morowali dan mulai beroperasi pada semester II 2025. Fasilitas ini menghasilkan asam dan uap untuk mendukung operasional pabrik pengolahan nikel lainnya.

​Smelter RKEF (Rotary Kiln-Electric Furnace):
MDKA juga mengoperasikan smelter RKEF untuk menghasilkan produk nikel lainnya.

​3. Pengembangan Proyek Tembaga Tujuh Bukit
​Ekspansi Tambang:
Di luar emas dan nikel, MDKA juga terus mengembangkan proyek tembaga di Tambang Tujuh Bukit. Dengan cadangan tembaga dan emas porfiri yang masif di bawah tanah, proyek ini diharapkan menjadi salah satu tambang tembaga terbesar di Indonesia.

​Studi dan Peningkatan Sumber Daya:
MDKA secara aktif melakukan studi dan eksplorasi untuk memperluas cadangan mineral di area ini. Laporan per Maret 2024 menunjukkan peningkatan signifikan pada sumber daya mineral terindikasi, memperkuat potensi proyek jangka panjang.

Strategi ekspansi dan akuisisi PT Merdeka Copper Gold Tbk berfokus pada dua pilar utama: memperkuat bisnis inti di emas dan tembaga melalui proyek-proyek besar seperti Pani dan Tujuh Bukit, serta melakukan diversifikasi agresif ke industri hilir nikel untuk menjadi pemain global dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.

Jika Anda ingin berlangganan Database Saham Daily dan mendapatkan Info Saham Terkini, klik link di bawah ini:

Langganan Database Sahamdaily & Info Saham Terkini

No HP Admin Sahamdaily : 085737186163. Website: www.sahamdaily.com

Berikut adalah penjelasan mengenai kinerja keuangan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) pada kuartal I 2025, berdasarkan laporan keuangan yang telah dirilis.
​Kinerja Keuangan Kuartal I 2025
​1. Pendapatan
Pada kuartal pertama tahun 2025, MDKA mencatat pendapatan konsolidasi sebesar USD 502 juta, turun 7,20% dari USD 541 juta di Semester I 2024..
​2. Rugi Bersih
Meskipun masih mencatat kerugian, MDKA berhasil menunjukkan perbaikan signifikan. Kerugian bersih yang dicatatkan adalah USD 3,736 juta, yang jauh lebih kecil dibandingkan kerugian sebesar USD 15,228 juta pada kuartal yang sama tahun 2024. Perbaikan ini menandakan efisiensi operasional dan dampak positif dari strategi perusahaan.
​3. Faktor-faktor Utama Pendorong Kinerja
​Kenaikan Harga Emas: Salah satu faktor kunci yang mendongkrak pendapatan adalah tingginya harga emas di pasar global selama periode tersebut. Segmen emas memberikan kontribusi yang kuat pada pendapatan perusahaan.
​Kemajuan Proyek Strategis: Perusahaan terus menunjukkan kemajuan pada proyek-proyek strategisnya, termasuk pengembangan Proyek Emas Pani dan fasilitas hilirisasi nikel. Keberhasilan ini membantu menekan kerugian dan memberikan sinyal positif bagi prospek jangka panjang.
​Kontribusi dari Bisnis Diversifikasi: Sebagian pendapatan juga berasal dari penjualan di luar komoditas inti, seperti penjualan limonit kepada pihak ketiga.
​Secara keseluruhan, kinerja keuangan MDKA pada kuartal I 2025 mencerminkan perbaikan yang signifikan. Meskipun masih dalam fase pengembangan proyek-proyek besar, perusahaan berhasil mengelola biaya dan memanfaatkan peluang pasar, seperti harga emas yang menguntungkan, untuk mengurangi kerugian dan memperkuat posisi keuangannya.

Ownership

Berdasarkan data RTI efektif 31 Juli 2025, berikut adalah struktur kepemilikan dan pihak-pihak utama yang menjadi pemilik PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA):

​Pemegang Saham Pengendali dan Utama
​Kepemilikan MDKA didominasi oleh beberapa entitas dan individu yang memiliki porsi saham signifikan, di antaranya:
​PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) memegang 20,335% saham MDKA: Merupakan salah satu pemegang saham terbesar dan berperan sebagai pengendali. Perusahaan ini adalah sebuah perusahaan investasi terkemuka yang didirikan oleh Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno.
​PT Provident Capital Indonesia: Sebuah perusahaan investasi yang memiliki kepemilikan saham MDKA melalui beberapa entitas afiliasi, seperti PT Mitra Daya Mustika memegang 11,880% saham MDKA dan PT Suwarna Artha Mandiri memegang 5,505% saham MDKA
​Garibaldi “Boy” Thohir memegang 7,462% saham MDKA: Seorang pengusaha terkemuka di Indonesia dan kakak dari Menteri BUMN, Erick Thohir. Beliau memiliki porsi saham individu yang cukup besar di MDKA.

​Struktur Kepemilikan Saham
​Meskipun persentase kepemilikan dapat berfluktuasi seiring waktu karena transaksi pasar, data terbaru menunjukkan struktur kepemilikan saham MDKA, yang secara umum terdiri dari:

​Kepemilikan Strategis Individu: Termasuk kepemilikan dari Garibaldi Thohir dan pihak-pihak terafiliasi lainnya.
​Masyarakat (Publik) memegang 53,551% saham MDKA

​Secara ringkas, MDKA dikendalikan oleh konsorsium investor strategis yang melibatkan nama-nama besar di dunia bisnis Indonesia, termasuk Saratoga Investama dan Provident Capital, dengan peran penting dari Garibaldi Thohir.

Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Sahamdaily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *