PT Leyand International Tbk (LAPD) adalah perusahaan yang dulunya berfokus pada pembangkit listrik dan sekarang bertransformasi menjadi perusahaan investasi, terutama di bidang logistik dan distribusi. Potensi LAPD:
1. Diversifikasi Bisnis dan Pergeseran Fokus
Peralihan dari Pembangkit Listrik: Awalnya, LAPD dikenal sebagai perusahaan pembangkit listrik, melalui anak perusahaannya seperti PT Asta Keramasan Energi. Namun, kontrak pembangkit listriknya berakhir pada tahun 2020, mendorong perusahaan untuk mencari bidang usaha baru.
Masuk ke Sektor Logistik: LAPD kemudian melakukan akuisisi terhadap 99,90% saham PT Rusindo Eka Raya (RER), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi barang konsumen (FMCG). Hal ini menunjukkan pergeseran fokus bisnis yang signifikan.
Proyek Gudang Baru: Untuk menunjang bisnis logistiknya, LAPD sedang membangun gudang baru seluas 5.000 meter persegi yang ditargetkan selesai pada kuartal II-2026. Proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi bisnis logistik dan distribusi mereka.
2. Kinerja Keuangan dan Pemulihan
Peningkatan Pendapatan: Di semester I-2025, LAPD berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan yang signifikan, mencapai 59,1% dari target tahunan. Kenaikan ini menunjukkan bahwa strategi bisnis baru di sektor logistik mulai membuahkan hasil.
Perbaikan Keuangan: Manajemen LAPD menyatakan bahwa perusahaan berada di jalur pemulihan dan optimistis dapat membukukan laba tahun ini. Ini merupakan sinyal positif setelah beberapa tahun mencatatkan laba negatif.
Tantangan Historis: Perlu dicatat bahwa LAPD memiliki sejarah kinerja keuangan yang kurang stabil. Perusahaan pernah mengalami potensi delisting dan mencatatkan laba negatif berturut-turut di masa lalu.
3. Proyeksi dan Potensi ke Depan
Pertumbuhan Sektor Logistik: Sektor distribusi dan logistik di Indonesia terus berkembang, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan permintaan konsumen. Masuknya LAPD ke sektor ini berpotensi memberikan sumber pendapatan yang stabil.
Pengendali Baru: Berita terbaru menunjukkan adanya rencana pengambilalihan saham mayoritas oleh PT JSI Sinergi Mas. Ini bisa menjadi potensi positif karena masuknya pengendali baru sering kali membawa suntikan modal segar, strategi bisnis yang lebih kuat, dan tata kelola yang lebih baik.
Manajemen Keuangan: Keberhasilan proyek gudang baru dan strategi distribusi akan sangat bergantung pada kemampuan manajemen dalam mengelola modal dan operasional. Jika proyek berjalan sesuai rencana dan bisnis distribusi terus berkembang, hal ini dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan.
Potensi PT Leyand International Tbk (LAPD) kini tidak lagi bergantung pada sektor pembangkit listrik, melainkan pada keberhasilan transformasinya menjadi perusahaan investasi yang berfokus pada logistik dan distribusi. Proyek pembangunan gudang baru dan kinerja pendapatan yang membaik di semester pertama 2025 menjadi indikator positif. Namun, investor perlu mempertimbangkan rekam jejak keuangan perusahaan di masa lalu dan memantau perkembangan strategi bisnis barunya, termasuk masuknya pengendali baru, untuk menilai potensi jangka panjang secara lebih komprehensif.
PT Leyand International Tbk (LAPD) telah melakukan beberapa langkah strategis, baik ekspansi maupun akuisisi, yang secara fundamental mengubah arah bisnis perusahaan. Ekspansi dan akuisisi ini menjadi pilar utama dalam transformasi LAPD dari perusahaan pembangkit listrik menjadi perusahaan investasi yang berfokus pada sektor logistik dan distribusi.
Berikut adalah penjelasan detail mengenai ekspansi dan akuisisi yang dilakukan LAPD:
1. Akuisisi PT Rusindo Eka Raya (RER)
Ini adalah akuisisi paling signifikan yang dilakukan LAPD. Akuisisi ini dilakukan pada Juni 2023. LAPD mengakuisisi 51% saham PT Rusindo Eka Raya (RER). Akuisisi ini bertujuan untuk diversifikasi bisnis dan beralih ke sektor yang memiliki prospek pertumbuhan yang lebih baik. PT Rusindo Eka Raya adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi barang konsumen (Fast Moving Consumer Goods/FMCG).
Dengan akuisisi ini, bisnis utama LAPD beralih sepenuhnya ke distribusi FMCG. Produk yang didistribusikan oleh RER meliputi minuman, makanan ringan, kebutuhan harian, minyak goreng, produk perawatan pribadi (personal care), pelumas otomotif, dan perawatan rumah tangga. Akuisisi ini menjadi langkah krusial yang mengawali “Tahun Restrukturisasi” bagi LAPD.
2. Ekspansi Pembangunan Gudang Baru
Sebagai kelanjutan dari akuisisi RER, LAPD melakukan ekspansi dengan membangun fasilitas gudang baru.
Pada akhir tahun 2024, gudang milik RER mengalami kebakaran. Insiden ini mendorong manajemen untuk segera membangun fasilitas baru yang lebih modern. LAPD sedang membangun gudang baru seluas 5.000 meter persegi. Proyek ini dibangun di atas lahan bekas gudang yang terbakar dan lahan di sebelahnya. Pembangunan gudang baru ini ditargetkan selesai pada kuartal II-2026. Pembangunan gudang ini sangat penting untuk mendukung operasional RER yang terus meningkat dan memperkuat posisi bisnis distribusi LAPD. Dengan fasilitas penyimpanan yang lebih besar dan modern, LAPD dapat meningkatkan kapasitas distribusi dan efisiensi operasional.
3. Rencana Pengambilalihan oleh Pengendali Baru
Selain akuisisi anak perusahaan, LAPD juga mengalami perubahan di tingkat kepemilikan.
PT JSI Sinergi Mas berencana mengakuisisi saham mayoritas LAPD, yaitu sekitar 51% saham yang dimiliki oleh pemegang saham mayoritas saat ini. Akuisisi ini merupakan bagian dari strategi investasi dan ekspansi bisnis yang lebih besar dari PT JSI Sinergi Mas. Masuknya pengendali baru berpotensi membawa suntikan modal segar, strategi bisnis yang lebih kuat, dan tata kelola perusahaan yang lebih baik, yang dapat mempercepat pemulihan dan pertumbuhan LAPD di masa depan.
Ekspansi dan akuisisi yang dilakukan oleh PT Leyand International Tbk (LAPD) menunjukkan komitmen perusahaan untuk beralih dari bisnis pembangkit listrik yang sudah tidak relevan menjadi pemain di sektor logistik dan distribusi. Akuisisi PT Rusindo Eka Raya menjadi titik balik, sementara pembangunan gudang baru merupakan ekspansi vital untuk menopang bisnis inti yang baru. Rencana pengambilalihan oleh PT JSI Sinergi Mas juga menjadi faktor penting yang berpotensi menentukan arah perusahaan ke depan.
Jika Anda ingin berlangganan Database Saham Daily dan mendapatkan Info Saham Terkini, klik link di bawah ini:
No HP Admin Sahamdaily : 085737186163. Website: www.sahamdaily.com
Berdasarkan data keuangan yang tersedia, kinerja PT Leyand International Tbk (LAPD) pada semester I 2025 menunjukkan perbaikan signifikan, meskipun masih mencatat kerugian. Perbaikan ini sejalan dengan transformasi bisnis perusahaan ke sektor distribusi barang konsumen (FMCG).
Berikut adalah poin-poin penting dari kinerja keuangan LAPD di semester I 2025:
Pendapatan: Perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp 138,5 miliar, mengalami lonjakan 48,6% dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 93,2 miliar. Angka ini setara dengan 59,1% dari target pendapatan tahunan 2025 yang sebesar Rp 234 miliar.
Rugi Bersih: Meskipun pendapatan naik, perusahaan masih mencatatkan rugi bersih. Namun, kerugian ini menyusut dari Rp 2,6 miliar pada semester I 2024 menjadi Rp 2 miliar pada semester I 2025, menunjukkan perbaikan profitabilitas.
Aset dan Liabilitas: Total aset perusahaan per akhir Juni 2025 tercatat sebesar Rp 213,6 miliar. Sementara itu, total liabilitas menurun dari Rp 196,7 miliar menjadi Rp188,8 miliar. Penurunan liabilitas ini menunjukkan adanya perbaikan pada struktur utang perusahaan.
Secara keseluruhan, kinerja keuangan LAPD pada semester I 2025 menunjukkan tren pemulihan yang positif. Peningkatan pendapatan yang signifikan membuktikan bahwa strategi transformasi bisnis ke sektor distribusi FMCG membuahkan hasil, dan perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target keuangannya di tahun ini.
Ownership
Berdasarkan data terbaru, kepemilikan PT Leyand International Tbk (LAPD) sedang mengalami perubahan signifikan. Saat ini, kepemilikan saham mayoritas terbagi di antara beberapa pihak, dan sedang dalam proses pengalihan kepada pengendali baru.
Berikut adalah detail pemilik PT Leyand International Tbk:
Pemegang Saham Mayoritas Saat Ini, berdasarkan data RTI efektif 31 Jul 2025:
PT Intiputera Bumitirta memegang 19,42% saham LAPD.
Laymand Holdings Pte Ltd memegang 18,15% saham LAPD
Keraton Investment Ltd memegang 12,81 % saham LAPD.
Evi Felicia memegang 8,29% saham LAPD
Leo Andyanto memegang 7,18% saham LAPD
Masyarakat memegang 34,15% saham LAPD
Calon Pengendali Baru
Terdapat pengumuman resmi dari LAPD di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai rencana pengambilalihan saham mayoritas oleh PT JSI Sinergi Mas. PT JSI Sinergi Mas berencana untuk menjadi pengendali baru dengan mengakuisisi sekitar 51% saham LAPD yang saat ini dimiliki oleh para pemegang saham mayoritas di atas. Rencana pengambilalihan ini bertujuan untuk investasi dalam rangka pengembangan dan ekspansi bisnis grup. Pengambilalihan ini masih dalam tahap negosiasi, termasuk nilai transaksi dan waktu penyelesaiannya. Setelah transaksi selesai, PT JSI Sinergi Mas diwajibkan untuk melakukan penawaran tender wajib kepada seluruh pemegang saham publik sesuai dengan peraturan OJK.
Dengan demikian, saat ini PT Leyand International Tbk memiliki beberapa pemegang saham mayoritas yang sedang dalam proses pengalihan sahamnya kepada calon pengendali baru, yaitu PT JSI Sinergi Mas. Perubahan kepemilikan ini diperkirakan akan membawa strategi bisnis dan arah baru bagi perusahaan.
Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Sahamdaily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.