Perkembangan terkini dalam pertemuan BEI, OJK, dengan MSCI pada 02 Feb 2026
Pertemuan ini menunjukkan kemajuan signifikan ke fase reformasi struktural mendasar untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pasar modal Indonesia dalam jangka panjang. MSCI fokus ke dua isu utama yaitu transparansi kepemilikan saham & likuiditas pasar.
Transparansi:
Data Pemegang Saham (DPS) akan dibuka lebih detail, tidak lagi di hanya dikisaran 5% ke atas, tapi hingga 1%.
Klasifikasi investor di KSEI diperinci dari 9 tipe jadi 27 sub-tipe, agar Ultimate Beneficial Ownership (UBO) menjadi lebih jelas.
Likuiditas:
Indonesia mengajukan proposal kenaikan free float minimum dari 7,5% ke 15%. Penerapannya akan dilakukan secara bertahap.
MSCI terbuka dan kooperatif serta akan memberikan guidance teknis soal metodologi penilaian dan akan ada pembahasan lanjutan di level teknis.
Penjelasan details:
1. Transparansi Kepemilikan (Beneficial Ownership):
Permintaan MSCI untuk data hingga kepemilikan 1% dan klasifikasi investor yang lebih detail (dari 9 ke 27 tipe) bertujuan untuk memetakan dengan tepat siapa pemilik sebenarnya dari saham-saham di Indonesia.
Mengapa Penting: Isu ini adalah concern global dari regulator dan investor institusi besar. Transparansi yang lebih baik akan:
· Meningkatkan kepercayaan (trust) investor asing.
· Mempermudah due diligence terhadap kepatuhan pada regulasi.
· Membantu MSCI dan investor memahami real free float dan stabilitas kepemilikan suatu saham.
2. Peningkatan Likuiditas (Free Float Minimum):
Proposal menaikkan free float minimum dari 7,5% menjadi 15% adalah langkah ambisius.
Mengapa Penting:
Free float adalah persentase saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan publik.
· Free float yang lebih tinggi berarti saham lebih likuid, mengurangi risiko volatilitas harga, dan membuat suatu saham (dan indeks secara keseluruhan) lebih menarik bagi dana investasi global berukuran besar (yang butuh eksekusi order besar tanpa menggerakkan harga).
· Penerapan bertahap sangat penting untuk memberi waktu bagi emiten melakukan corporate action (seperti rights issue atau penjualan saham oleh pemegang saham pengendali) tanpa mendorong harga turun.
Tafsiran dan Implikasi ke Depan
1. Sinyal Sangat Positif dari MSCI: Kesediaan MSCI memberikan guidance teknis menunjukkan mereka serius ingin mempertahankan dan mungkin meningkatkan peran Indonesia dalam indeks mereka. Ini adalah peluang emas untuk penyelarasan standar.
2. Fokus pada Eksekusi: kunci utamanya sekarang ada pada eksekusi. Implementasi teknis dari sistem pelaporan kepemilikan yang baru dan strategi peningkatan free float yang efektif akan menjadi tantangan.
3. Dampak Potensial:
· Jangka Pendek: Pasar mungkin merespons positif karena kepastian dan komitmen reformasi.
· Jangka Panjang: Jika berhasil, langkah-langkah ini dapat meningkatkan weight Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets, menarik aliran dana asing yang lebih stabil, dan mendorong valuasi pasar yang lebih sehat.
MSCI menerima secara prinsip proposal reformasi dari Indonesia, namun tetap memberikan catatan tegas.
Penerimaan Proposal UBO:
MSCI menyetujui rencana BEI untuk mewajibkan pengungkapan pemilik manfaat akhir hingga level 1%. Namun, MSCI meminta data ini mulai tersedia secara transparan untuk publik paling lambat pada tinjauan indeks berikutnya (Mei 2026).
Persetujuan Aturan Free Float 15%:
MSCI menyambut baik kenaikan batas minimal free float menjadi 15%. Hal ini dianggap sebagai langkah serius untuk mengurangi dominasi “saham pengendali” yang selama ini dikritik.
Status Index Freeze: Kabar baiknya, MSCI setuju untuk tidak memperluas pembekuan ke emiten lain, namun mereka belum mencabut status freeze untuk emiten yang saat ini sedang dalam peninjauan khusus (termasuk saham-saham dengan kapitalisasi raksasa yang free float-nya mepet).
Kesimpulan
Ini adalah pertemuan strategis yang menghasilkan peta jalan (roadmap) konkret untuk mengatasi dua hambatan klasik pasar modal Indonesia: kurang transparan dan kurang likuid.
Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, DATABASE SAHAM, gabung Komunitas Saham Daily Circle, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163
Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini