PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS)
Peristiwa paling signifikan bagi MBSS adalah rencana pergantian pemegang saham pengendali. Pada 21 Juli 2026, pemegang saham mayoritas PT Galley Adhika Arnawama menandatangani Conditional Share Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan PT Wibowo Group Capital (WGC) untuk menjual 1.443.766.800 saham atau setara 82,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Setelah seluruh persyaratan pendahuluan (conditions precedent) terpenuhi, WGC akan resmi menjadi pengendali baru MBSS. Manajemen menegaskan transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi dan tidak mengandung benturan kepentingan. Menariknya, MBSS sendiri sebelumnya merupakan anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) yang pada Oktober 2021 melepas 51% sahamnya ke Grup Galley—kini kepemilikan tersebut kembali berpindah tangan. Dampak terhadap harga saham: Pada hari penandatanganan CSPA (21/7/2026), saham MBSS melesat 7,78% ke level Rp 2.770 per saham.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara elektronik pada 23 Juni 2026, para pemegang saham menyetujui keputusan untuk kembali tidak membagikan dividen—terakhir kali MBSS membagikan dividen adalah pada 2015. Laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 370 miliar seluruhnya ditahan sebagai saldo laba. Akibatnya, posisi keuangan perseroan semakin kokoh dengan: Saldo laba Rp 2 triliun, Kas dan setara kas sekitar Rp 1,79 triliun. Manajemen menyatakan saat ini belum ada rencana ekspansi armada, namun tetap membuka peluang jika kondisi pasar mendukung.
Kinerja Keuangan 2025:
Full Year 2025
· Pendapatan: Rp 841,74 miliar (naik dari Rp 830,54 miliar di 2024)
· Laba bersih: Rp 370,17 miliar (naik dari Rp 295,42 miliar di 2024)
· Laba per saham dasar: Rp 211,52 (dari Rp 168,81)
Pertumbuhan ini didorong oleh strategi efisiensi beban, peningkatan pendapatan, serta keuntungan dari penjualan aset tetap dan pendapatan bunga.
Pada 8 Juni 2026, salah satu komisaris MBSS, Andre, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri ini berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dalam RUPSLB 23 Juni 2026. Manajemen menyatakan pengunduran diri ini tidak berdampak merugikan terhadap operasional, keuangan, maupun kelangsungan usaha MBSS.
Strategi 2026: Efisiensi & Diversifikasi
Di tengah tingginya harga bahan bakar, MBSS menetapkan strategi 2026 yang berfokus pada:
· Efektivitas dan efisiensi operasional, terutama efisiensi penggunaan bahan bakar
· Negosiasi tarif dengan pelanggan agar kenaikan BBM dapat dikelola secara berimbang
· Diversifikasi bisnis dengan membuka peluang mengangkut komoditas selain batu bara dan nikel
Hingga 31 Maret 2026, MBSS mengoperasikan 20 unit tugboats, 36 unit barges, dan 1 unit MV dengan kapasitas muatan barging per trip mencapai 339.200 ton.
MBSS saat ini berada di persimpangan transformasi—di satu sisi kinerja keuangan solid dengan kas melimpah, di sisi lain pergantian pengendali ke WGC akan menentukan arah strategi jangka panjang ke depan. Investor masih menantikan kejelasan rencana bisnis pasca-akuisisi dari pengendali baru.
Disclaimer On: Tulisan ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan Investasi/Trading sepenuhnya ada di tangan pembaca. Saham Daily tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari Keputusan Investasi/Trading yang dilakukan oleh Pembaca.
Mau berlangganan Buletin, Circular, Database Saham Daily, dan mendapatkan Info Saham Terkini, serta gabung ke Sahamdaily Circle, klik link di bawah ini:
Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini