PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
AMMN tengah bertransformasi dari eksportir konsentrat menjadi produsen logam terintegrasi (katoda tembaga & emas murni standar internasional). Izin ekspor konsentrat berakhir April 2026, sehingga mulai Q2 2026 kinerja didorong oleh penjualan produk hilir.
Kuartal I 2026 (periode transisi):
· Pendapatan: US$ 808 juta
· EBITDA: US$ 508 juta (margin 63%)
· Laba Bersih: US$ 163 juta (margin 20%)
· Produksi smelter & PMR: 27.700 ton katoda tembaga + 66.200 ons emas murni
Target Produksi AMMN si tahun 2026 (Rapat dengan Komisi XII DPR, 14 Juli 2026)
Katoda Tembaga, target 2026 = 162.662 ton naik dari 79.848 ton (+104%)
Emas, target 2026= ~16 ton (16,1 ton) naik dari 3,879 ton (+315%)
Perak, target 2026= 45 ton naik +415%
Asam Sulfat, target 2026= 572.036 ton produk sampingan
Telurium, target 2026= 1,96 ton produk sampingan
Update Operasional AMMN Smelter & Tambang
· Smelter Ramp-up Selesai April 2026:
Setelah kebocoran dan kebakaran ringan di awal 2025, smelter kembali beroperasi penuh dan sejak Juni 2026 mampu memproses seluruh output tambang.
· Shutdown Desember 2026/Januari 2027: Penutupan sementara terjadwal untuk perbaikan peralatan mendalam, namun target produksi 2026 tetap dipertahankan.
· Fasilitas Pengolahan Baru:
Mendekati rampung, dijadwalkan menerima bijih pertama di paruh kedua 2026, meningkatkan kapasitas pengolahan dari ~40 juta ton menjadi ~85 juta ton per tahun.
· Tambang Batu Hijau Fase 8:
Bijih segar Q1 2026 mencapai 38 juta ton (vs ~1 juta ton Q1 2025), produksi konsentrat naik 110% YoY.
Rumor AMNN: Dual Listing di Hong Kong
Beredar kabar AMMN mempertimbangkan pencatatan saham kedua di Bursa Hong Kong (HKEX), berupaya merekrut bank untuk menangani penawaran. Namun, Corporate Secretary Agoes Projosasmito menyatakan “belum ada rencana” terkait dual listing tersebut.
Jika ingin berlangganan artikel karya Saham Daily edisi BULETIN dan CIRCULAR, klik link di bawah ini atau Whatsapp ke 085737186163
Langganan Saham Daily Services: Buletin, Circular, Database & Info Saham Terkini